Breaking News:

Kronologi Terbongkarnya Pelecehan Seksual di Rutan Perempuan Bandung, Si Korban Telefon Ibunya

Kronologi laporan ibu korban pelecehan seksual di Rutan Perempuan Bandung. Korban menelepon sambil menangis karena digerayangi pelaku di malam hari.

ctrfam.org
Kronologi laporan ibu korban pelecehan seksual di Rutan Perempuan Bandung. Korban menelepon sambil menangis karena digerayangi pelaku di malam hari. 

Sehingga Va harus mendapatkan hukuman penjara selama dua tahun.

Maket bangunan Rutan Perempuan Bandung
Maket bangunan Rutan Perempuan Bandung (Tribunjabar/Mega Nugraha)

Sudah jadi rahasia umum

Fenomena penyimpangan seksual di rutan dan lapas-lapas, termasuk di Jawa Barat, sebenarnya bukan sesuatu yang baru.

Hal ini bahkan sempat pula diakui Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Barat, Liberti Sitinjak.

Dalam acara penguatan pelaksanaan tugas pelayanan, penegakan hukum dan HAM bagi pegawai Kanwil Kemenkumham Jabar di Sport Arcamanik, Liberti mengatakan, kondisi lapas dan rutan yang kelebihan kapasitaslah menjadi faktor utama.

"Ibarat kata, kondisi itu membuat kaki ketemu kaki, kepala ketemu kepala, badan ketemu badan. Dampaknya, muncul homoseksualitas dan lesbi," ujar Liberti.

Deretan Kasus Pelecehan Seksual di Huntara Palu, Dari Perekaman Kamar Mandi hingga Kekerasan Suami

Meski demikian, Liberti menolak mengungkap persentase napi dan tahanan yang menderita penyimpangan seksual, serta di lapas dan rutan mana saja hal itu terjadi.

"Setidaknya gejala itu ada. Bagaimanapun, seseorang yang sudah berkeluarga, masuk ke lapas, otomatis kebutuhan biologisnya tidak tersalurkan. Jadi gejala itu ada, tapi tidak etis saya buka," ujar Liberti.

Ditemui pada acara yang sama, seorang petugas salah satu lapas di Kota Bandung, mengaku pernah memergoki aktivitas menyimpang itu.

"Pernah melihat perilaku homoseks seperti itu. Saya kebetulan lihat laki-laki sama laki-laki," ujar seorang petugas lapas tersebut.

Pelecehan Seksual Tinggi di Kamp Pengungsi Palu, Komnas HAM Minta Predikat Kota Ramah HAM Dicabut

Biasanya, kata dia, perilaku itu terjadi di kamar tahanan saat siang hari.

Kalau malam hari, umumnya napi sudah berada di dalam kamar.

"Siang hari, saat saya kontrol, saya lihat dua napi berduaan di kamar, di pojokan dekat toilet. Perbuatannya, intinya, tidak normal. Saya enggak sengaja melihat dan saya langsung tegur," ujarnya.

(TribunPalu.com)

Penulis: Isti Tri Prasetyo
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved