Senin, 18 Mei 2026

Terkini Internasional

Ada Penumpang 'Nge-Prank' Terkena Virus Corona, Pesawat WestJet Terpaksa Putar Balik 1.600 Kilometer

Ada penumpang yang mengaku terjangkit virus corona, penerbangan WestJet dari Toronto, Kanada ke Montego Bay, Jamaika terpaksa harus putar balik.

Tayang:
westjet.com
ILUSTRASI pesawat WestJet Airlines. 

TRIBUNPALU.COM - Sebuah penerbangan WestJet dari Toronto, Kanada ke Montego Bay, Jamaika terpaksa harus putar balik.

Di dalam pesawat, ada seorang penumpang pria yang berdiri dan mengaku ia terjangkit virus corona saat bepergian ke China.

Dikutip TribunPalu.com dari laman This is Insider, kepolisian setempat mengatakan dalam sebuah pernyataan, di penerbangan tersebut, sekitar pukul 1 siang waktu setempat pada Senin (3/2/2020), James Potok (28) menyebut dirinya terkena virus corona.

Sejauh ini, virus corona telah menewaskan 426 orang dan menginfeksi lebih dari 20.000 orang di 24 negara di dunia.

Dubes RI untuk Singapura Ungkap Kondisi WNI yang Positif Terjangkit Virus Corona

Hambat Penyebaran Virus Corona, Ahli Asal China Rekomendasikan Obat Flu dan HIV

Eks Kepala Intelejen TNI Sebut Corona Bukan Senjata Biologis yang Bocor, Ini Penjelasannya

Menurut polisi, pernyataan pria tersebut disampaikan kepada kru kabin.

Tak lama, kru kabin dan pilot memutuskan untuk kembali ke Bandara Internasional Person di Toronto, Kanada.

Pria tersebut pun langsung menjalani pemeriksaan saat mendarat di Toronto pada pukul 2 siang.

Namun, dia kemudian dinyatakan bebas dari gejala virus corona.

James Potok pun didakwa karena telah menimbulkan kekacauan.

Ia dijadwalkan untuk menjalani persidangan di pengadilan Ontario pada bulan Maret.

ILUSTRASI pesawat WestJet Airlines.
ILUSTRASI pesawat WestJet Airlines. (westjet.com)

Data dari FlightRadar24 menunjukkan jalur penerbangan pesawat WestJet ini.

Pesawat tersebut terlihat memutar balik saat berada di wilayah Jacksonville, Florida, Amerika Serikat.

Pihak maskapai penerbangan WestJet mengatakan dalam sebuah pernyatan untuk CBC, kru kabin telah mengikuti prosedur yang tepat untuk kasus penyakit infeksi.

Termasuk, mengisolasi penumpang pria tersebut.

Pihak WestJet juga telah meminta maaf atas insiden ini.

Per Selasa (4/2/2020), di Kanada, ada lima orang yang teruji positif terjangkit virus corona.

Tiga di antaranya ada di Toronto, sementara dua lainnya di Vancouver.

Presiden Joko Widodo Resmikan Monumen Fatmawati Sukarno di Bengkulu

Perbandingan Jumlah Warisan Putri Diana untuk Meghan Markle & Kate Middleton, Siapa Terbanyak?

Tak Terima dengan Tudingan Rebut Harta Lina, Adik Teddy Bongkar Harta Kekayaan sang Kakak

Pada Minggu (2/2/2020), Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau membentuk suatu kelompok respon insiden khusus untuk membahas wabah virus corona dan upaya untuk mencegah penularannya di Kanada.

"Pemerintah tetap sepenuhnya terlibat dalam masalah ini, dan akan melakukan semua hal yang diperlukan untuk memastikan keselamatan warga Kanada, baik di dalam maupun luar negeri," kata Justin Trudeau dalam sebuah pernyataan.

Justin Trudeau juga mengatakan bahwa pesawat carteran akan terbang ke Wuhan, China dalam beberapa hari mendatang untuk mengevakuasi warga Kanada yang terjebak di kota tersebut.

Kisah Dokter di China yang Sempat Beri Peringatan Adanya Virus Corona, Namun Malah Diancam Polisi

Setidaknya, sudah ada 62 maskapai penerbangan yang telah membatalkan penerbangan ke China di tengah merebaknya wabah virus corona.

Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut, dirangkum dari arabianbusiness.com:

Etihad Airways

Etihad Airways telah mengumumkan bahwa mereka telah menangguhkan salah satu penerbangannya di China setelah ancaman virus corona merebak.

Maskapai yang berbasis di Abu Dhabi itu mengatakan bahwa penerbangannya antara Beijing dan Nagoya telah ditangguhkan sementara karena permintaan perjalanan ke rute itu rendah.

AirAsia

AirAsia mengeluarkan larangan penerbangan dari Kota Kinabalu di Malaysia, Bangkok dan Phuket di Thailand ke Wuhan, China telah diperpanjang hingga akhir Februari.

Air Austral

Maskapai asal Prancis ini menangguhkan penerbangan antara La Reunion dan Guangzhou dari 8 Februari hingga 1 Maret.

Air France

Air France menangguhkan tiga penerbangan mingguannya ke Wuhan pada 24 Januari.

Maskapai nasional terbesar di Prancis ini telah menghentikan penerbangan reguler ke Beijing dan Shanghai hingga 9 Februari.

Tapi mereka akan menerbangkan penerbangan khusus dengan awak sukarelawan untuk mengevakuasi karyawan dan klien.

BREAKING NEWS: Satu Warga Indonesia Positif Virus Corona di Singapura, Diduga Tertular Majikan

Viral Video Memilukan Pasangan Kakek-Nenek yang Terinfeksi Virus Corona, Terus Berpegangan Tangan

Air India

Air India mengumumkan bahwa mereka menangguhkan layanan pada rute Mumbai-New Delhi-Shanghai efektif sejak 31 Januari hingga 14 Februari.

Air KBZ

Maskapai yang berbasis di Myanmar ini akan menghentikan penerbangan ke kota Guangzhou China selatan mulai 1 Februari.

Air Madagascar

Air Madagascar menangguhkan penerbangan sekali seminggu antara Antananarivo dan Guangzhou selama Februari, satu-satunya rute langsung ke Cina.

American Airlines

American Airlines mengatakan akan menangguhkan penerbangan dari Los Angeles ke Beijing dan Shanghai mulai 9 Februari hingga 27 Maret.

British Airways

British Airways mengatakan telah menangguhkan semua penerbangan ke dan dari Cina daratan.

Sebelumnya maskapai ini terbang setiap hari dari bandara Heathrow London ke Shanghai dan Beijing.

Maskapai ini juga mengatakan langkah itu mengikuti imbauan pemerintah Inggris kecuali perjalanan penting ke Cina.

Kaitkan Virus Corona dengan Tulisan di Buku Iqra, Istri Ketiga Opick Unggah Permintaan Maaf

British Airways
British Airways (Instagram @adventure.flyer777 via @british_airways)

Cathay Pacific

Maskapai yang berbasis di Hong Kong itu mengatakan akan secara progresif mengurangi kapasitas hingga 50 persen atau lebih pada rutenya ke daratan Cina mulai Kamis hingga akhir Maret.

Pengurangan itu termasuk Cathay Pacific dan anak perusahaannya yaitu Cathay Dragon.

Delta Air Lines

Delta Air Lines mengatakan sementara ini mengurangi separuh jumlah penerbangan mingguan yang menghubungkan AS dan Cina karena permintaan pelanggan menuju rute itu yang turun secara signifikan dari 42 menjadi sekitar 21 per minggu.

EgyptAir

EgyptAir mengatakan Kamis bahwa mereka menangguhkan penerbangan ke Hangzhou dari Februari dan mereka ke kota-kota utama lainnya seperti Beijing dan Guangzhou pada 4 Februari.

Virus Corona Merebak, China Bangun Rumah Sakit Berkapasitas 1.000 Tempat Tidur dalam 8 Hari

El Al Israel Airlines

Maskapai penerbangan Israel ini menangguhkan penerbangannya ke Beijing hingga 25 Maret.

Penerbangan ke tujuan Cina lainnya terus berlanjut.

Finnair

Finnair, yang menawarkan banyak koneksi antara Eropa dan Asia, mengatakan akan menangguhkan beberapa penerbangan mulai 5 Februari hingga sebagian besar Maret setelah perjalanan kelompok dari China dihentikan.

IndiGo

Perusahaan penerbangan terbesar India, IndiGo, mengumumkan akan menangguhkan penerbangan antara Delhi dan Chengdu (China) mulai 1 Februari hingga 20 Februari.

IndiGo juga mengatakan akan menangguhkan penerbangan Bangalore-Hong Kong mulai 1 Februari

(TribunPalu.com/Rizki A.) (TribunStyle/Vega Dhini Lestari)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved