Breaking News:

Palu Hari Ini

Pria di Palu Kena Sanksi Adat Harus Sediakan 5 Ekor Kambing karena Hina Masyarakat Kelurahan Duyu

Seorang pria di Kota Palu pemilik akun facebook Ahmad Azhari Mursalin disanksi adat denda lima ekor kambing.

TribunPalu.com/Haqir Muhakir
Proses sidang adat di Lembaga Adat Kelurahan Duyu 

Pasalnya perbuatan pelaku tidak hanya melukai perasaan satu orang, tetapi seluruh masyarakat Kelurahan Duyu.

Untuk waktu pelaksanaannya, akan dilakukan 14 hari terhitung sejak ditetapkannya putusan givu oleh lembaga adat.

“Kalau dalam Perwali itu sanksinya dua ekor kambing,tetapi karena perbuatan pelaku sudah melukai seluruh perasaan warga Duyu, maka disepakati menjadi lima ekor kambing," tambah Ramli.

Nantinya kambing itu, satu ekor diberikan kepada tokoh adat dan tokoh agama, satu kepada masyarakat dan duanya akan di konsumsi bersama di Bantaya masyarakat Kelurahan Duyu.

Fadli Zon Bela Rocky Gerung Terkait Ucapan Presiden Tak Paham Pancasila: Kritik Bukan Hinaan

Wali Kota Palu Hidayat Tak Hadiri Sidang Kedua dalam Kasus Penghinaan Dirinya

Sementara kata, pemilik akin yanh diberi sangsi, Ahmad dirinya meminta maaf atas perbuatannya.

Menurutnya, tidak ada niatan untuk menghina masyarakat Kelurahan Duyu.

Tambahnya, komentar disalah satu postingan akun Iinfo Kota Palu itu hanya sebuah kritik.

Namun dikarenakan pemahamannya mengenai bahasa kaili yang salah, sehingga menimbulkan kesalahpahaman ini.

“Saya minta maaf, dari lubuk hati saya yang paling dalam tidak ada niatan saya untuk menghina warga Duyu, saya hanya geram melihat postingan orang yang mencoret dan membuang sampah sembarangan di fly over pantoloan, saya pikir bahasa kaili Gunung itu Duyu, tapi ternyata Bulu,” ungkapnya.

Sebelumnya Ahmad menulis sebuah komentar di salah satu postingan group facebook berisi pesan 'pantoloan itu masih daerah pinggiran. belum tengah kota. bisa saja daerah maju karena Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Jangan lagi ada model patah pensil begini. Karena percuma saja daerah maju kalo SDM nya natolare eva to riduyu'.

Hal itu memancing emosi warga di Kelurahan Duyu. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved