Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Dua Terduga Teroris Simpatisan MIT Poso Kembali Ditangkap Polisi

Dua orang terduga teroris simpatisan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso kembali ditangkap anggota Satgas Tinombala

TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Kapolda Sulteng Irjen Pol Syafril Nursal saat dimintai keterangan terkait penangkapan terduga teroris, Kamis (6/2/2020) siang. 

Meski operasi pemberantasan terhambat medan, namun Kapolda Syafril menegaskan bahwa hal itu tidak mengendorkan presure personel di lapangan.

JB Sumarlin Menteri Keuangan Andalan Soeharto di Orde Baru Meninggal

BKN Ciduk Satu Peserta SKD CPNS 2019 Berbuat Curang, Ini Sanksi yang akan Diberikan

Kasus Virus Corona di Indonesia Belum Tercatat, WHO Justru Khawatir, Apa Alasannya?

Diketahui, saat ini jumlah DPO yang masih diburu dan diduga masih berkeliaran di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah sebanyak 10 orang.

Sebelumnya, Kapolda Syafril Nursal, berjanji bakal memburu semua anggota teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, sampai tuntas.

"Operasi (perburuan MIT Poso, red) tidak akan pernah berhenti sampai pelaku terorisme habis," tegas Kapolda Syafril.

Pemberantasan teroris MIT Poso dalam Operasi Tinombala itu melibatkan pasukan gabungan dari sejumlah kesatuan.

Di akhir tahun 2019, Operasi Tinombala itu kembali diperpanjang atas persetujuan Kapolri Idham Azis.

Wilayah Operasi Tinombala berada di wilayah Kabupaten Poso, sebagian ada di Kabupaten Parigi Moutong dan sebagian wilayah Kabupaten Sigi.

"Operasi Tinombala sudah diperpanjang lagi, untuk keterlibatan personel tidak boleh kita sampaikan," kata Kapolda Syafril.

Di akhir Desember 2019 lalu, Satgas Tinombala berhasil menangkap 5 orang yang diduga akan bergabung dengan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso.

Kapolda Sulteng, Irjen Pol Syafril Nursal mengatakan, ke-5 orang yang ditangkap itu diduga akan naik ke hutan Poso tempat persembunyian Kelompok MIT Poso pimpinan Ali Kalora.

Ke-5 orang yang ditangkap itu masing-masing bernama FF alias C, RS alias RW, AB, RWT, dan GD.

"Mereka ini mau naik ke atas gunung dan bergabung dengan DPO yang di Poso," ungkap Kapolda Syafril.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved