Breaking News:

Palu Hari Ini

Komitmen Manulife pada Nasabah Korban Bencana di Sulawesi Tengah

Perusahaan Asuransi Manulife Indonesia tetap berjuang membantu nasabah yang terdampak bencana gempa Palu.

DOK MANULIFE
Nasabah Manulife Sufiaty Sanrang (kedua dari kanan), seusai mendapatkan informasi tekait produk-produk klaim asuransi jiwa dan kesehatan, di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (6/2/2020). 

Saat gempa, ia mengungsi ke Makassar, baru lima hari di Makassar, ia dihubungi pihak Manulife yang ingin memproses pencairan untuk klaim polis suaminya.

Semuanya serba cepat dan mudah, dokumennya pun sederhana, cukup surat kematian dan kartu keluarga.

Ia menjelaskan, semua proses dibantu pihak Manulife. Semuanya tidak ada yang dipersulit. Hanya lima hari kerja, ternyata sudah cair.

“Jumlahnya membuat kami kaget, karena mencapai Rp 600 juta. Jelas itu sangat membantu, apalagi saya hanya pensiunan,” kenang Sufiaty.

Sejak kejadian tersebut, baik Adi maupun Sufiaty mulai sadar pentingnya asuransi bagi masyarakat Indonesia. Apalagi, tragedi tidak bisa diketahui kapan akan terjadi.

Pada kesempatan terpisah, Direktur and chief Marketing Manulife Indonesia Novita Rumgangun menjelaskan, pihaknya memahami kebutuhan solusi perencanaan keuangan keluarga Indonesia yang beragam, termasuk kebutuhan nasabah yang mengalami musibah bencana alam.

Ini Permintaan Penggugat Presiden Jokowi di Proses Mediasi Kasus Penjarahan saat Gempa Palu

Menurut dia, nasabah tidak perlu khawatir akan dipersulit dalam mengajukan klaim. Terbukti hingga November 2019 (un-audited), Manulife Indonesia telah membayarkan klaim sebesar Rp 5,3 triliun atau setara Rp 15 miliar per hari atau Rp 608 juta per jam.

Sebelumnya, pada tahun 2018, Manulife membayar klaim ke nasabah Rp 5,5 triliun atau Rp 15 miliar setiap harinya, dan Rp 626 juta setiap jamnya.

Tahun 2017, Manulife Indonesia membayar klaim ke nasabah sebesar Rp 6,6 triliun atau sekitar Rp 18 miliar per hari atau berkisar Rp 753 juta per jam.

"Tahun 2016, jumlah klaim yang dibayar sebesar Rp 6,8 triliun, sedangkan pada tahun 2015 mencapai Rp 5,6 triliun," tandas Novita. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved