Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Korban Kebakaran di Kabupaten Tolitoli Butuh Alat Masak

Korban kebakaran di Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah membutuhkan peralatan masak.

DOK ACT SULTENG
Warga korban kebakaran menerima bantuan pangan 

TRIBUNPALU.COM, TOLITOLI -- Korban kebakaran di Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah membutuhkan peralatan masak.

Hal itu dikarenakan sebagian besar warga yang menjadi korban kebakaran itu tidak sempat lagi menyelamatkan peralatan dapur termasuk barang berharga lainya.

Kepala Posko Kemanusiaan ACT Sulawesi Tengah di Kecamatan Baolan menuturkan bahwa saat ini kebutuhan pengungsi berupa makanan siap saji dan pakaian sudah terpenuhi.

Namun kata dia, yang menjadi kebutuhan pengungsi saat ini adalah kebutuhan dapur berupa alat masak.

“Dari hasil asesmen kami yang menjadi kebutuhan para korban kebakaran saat ini adalah peralatan masak,” kata Mustafa, Sabtu (8/2/2020) pagi.

Sampah di TPA Kawatuna Terbakar Lagi, 12 Petugas dan 2 Mobil Pemadam Kebakaran Dikerahkan

Ibu di Sulawesi Selatan Nekat Selamatkan Anak dari Kebakaran, Nasib Keduanya Berujung Tragis

Lanjut Mustafa, pihaknya sendiri memusatkan posko kemanusiaan atasi kebakaran Baolan, di Kantor ACT Cabang Sulawesi Tengah di Jalan Basuki Rahmat, Kota Palu.

Sembari terus membuka layanan donasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pengungsi korban kebakaran di Kabupaten Tolitoli.

“Insya Allah kami akan terus membersamai korban kebakaran baolan, kami akan terus berusaha agar kebutuhan pengungsi itu dapat terpenuhi,” tutupnya.

Sebelumnya, pihaknya telah menyalurkan bantuan paket pangan dan sejumlah karang kebutuhan pokok lainnya kepada para pengungsi.

Akibat Kebakaran di Australia, Koala Dinyatakan Sebagai Spesies yang Punah secara Fungsional

Pembagian bantuan itu dilakukan di lokasi kebakaran yang langsung diberikan kepada masing-masing kepala keluarga.

Salah seorang warga RT 9 Desa Sidoarjo yang menjadi korban kebakaran, Sarmin (34) mengungkapkan, yang menjadi kebutuhan korban kebakaran saat ini adalah alat memasak sehari-hari termasuk kebutuhan dapur lainnya.

“Alhamdulillah kondisi kami sudah mulai membaik namun kebutuhan dasar kami masih sangat kurang khususnya kebutuhan dapur termasuk peralatan dapur,” kata Sarmin.

Pada Minggu (2/2/2020) malam, kebakaran dahsyat menimpa pemukiman padat penduduk di kompleks Pelabuhan Kontainer dan Jalan Bubara Kelurahan Sidoarjo, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah.

Akibat kebakaran itu, dikabarkan 385 rumah semi permanen berbahan kayu ludes terbakar, bahkan menelan satu korban jiwa yang bernama Saleh (50).

Sebanyak 400 Kepala Keluarga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Salah seorang saksi, Harun Ulalata (48) mengatakan, pada saat kejadian dia sedang berada di bawah kolong rumah panggungnya, sedang mengangkat tanah.

Pemukiman Padat Penduduk di Kabupaten Tolitoli Terbakar, Pria Setengah Baya Dilaporkan Tewas

Pria di Desa Pinjan, Kabupaten Tolitoli Ditemukan Meninggal Dunia dalam Kondisi Tergantung

Kemudian saksi melihat api di rumah milik korban Iskandar, sekitar pukul 22.38 WITA.

Api muncul pertama kali di lantai rumah panggung berbaham kayu milik Iskandar.

Melihat hal itu, saksi mencoba memadamkan api secara manual dengan menggunakan ember.

Namun api semakin membesar, kemudian saksi langsung berteriak untuk meminta tolong kepada warga sekitar.

Saksi lainnya, Karmila (23) menambah, saat kejadian kebakaran dirinya sedang tidur di ruang keluarga bersama ibu, nenek, dan keponakannya.

Mereka dikagetkan dengan hawa panas dari sekitar tempat mereka tidur.

"Langsung bangun dan buka gorden jendela, ternyata api sudah membesar," kata Karmila. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved