Sulteng Hari Ini

Masyarakat Bailo Ajak Warga Kabupaten Tojo Una-Una Cegah Paham Radikal

Kelompok masyarakat di Kelurahan Bailo, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-una sepakat menolak dan mencegah paham radikal.

Masyarakat Bailo Ajak Warga Kabupaten Tojo Una-Una Cegah Paham Radikal
DOK. MASYARAKAT BAILO
Masyarakat di Kelurahan Bailo, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Provinsi Sulawesi Tengah sepakat menolak fan mencegah paham radikal. 

TRIBUNPALU.COM, TOUNA -- Kelompok masyarakat di Kelurahan Bailo, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Provinsi Sulawesi Tengah sepakat menolak dan mencegah paham radikal.

Mereka secara bersamaan, menolak adanya kelompok yang sering membuat rusuh.

Karena menurut mereka, Indonesia adalah negara yang toleran.

Masyarakat Bailo juga akan mendukung tugas-tugas kepolisian dalam mencegah pemahaman radikalisme.

Masyarakat di Kelurahan Bailo, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Provinsi Sulawesi Tengah sepakat menolak fan mencegah paham radikal.
Masyarakat di Kelurahan Bailo, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Provinsi Sulawesi Tengah sepakat menolak fan mencegah paham radikal. (DOK. MASYARAKAT BAILO)

Curhat Sedih Pernikahan 12 Harinya Viral, Nay Naima Buka Suara dan Ungkap Kejadian di Hari Ke-13

Turis Asal China Dikabarkan Terinfeksi Virus Corona seusai Berlibur di Bali, Ini Kata Kemenkes RI

Gadis Indonesia Nekat Jual Keperawanan Lewat Agensi Online, Laku Rp 19 Miliar, Siapa Pembelinya?

Arya Claproth Dianggap Lalai Jaga Zefania Carina, Karen Pooroe: Tak Ada Maaf Sampai Liang Kubur

15 Orang Meninggal Akibat Wabah Penyakit Misterius di Nigeria, Bukan Virus Corona atau Ebola

Salah seorang warga kelompok Bailo, Ustaz Fadli Ikhwan mengatakan, pihaknya sangat menolak apabila ada kelompok yang dengan sengaja akan memecah belah bangsa, dan selalu membuat rusuh.

Dirinya yakin, masyarakat Bailo dan masyarakat Kabupaten Touna sangat menolak adanya kelompok yang sering berbuat rusuh dan menolak orang yang menjadikan Indonesia sebagai negara intoleran.

"Kami mendukung dan berharap semoga indonesia menjadi negara yang maju dan damai dengan segala keragamannya,” ujarnya, Kamis (13/2/2020) pagi.

Mereka juga siap mendukung tugas-tugas aparat keamanan khususnya kepolisian dalam menegakkan hukum agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Touna bisa terus kondusif.

Menurutnya, semua elemen bisa bersinergi untuk bersama-sama mencegah paham radikalisme di wilayah Touna khususnya, dan Sulawesi Tengah pada umumnya.

Karena apabila seluruh tokoh agama, masyarakat, dan pihak Polri selalu bersinergi, tentunya paham radikalisme tidak akan muncul.

Halaman
12
Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved