Virus Corona

Fang Bin dan Chen Qiushi, Jurnalis Dikabarkan Hilang Setelah Ungkap Kondisi Wuhan saat Wabah Corona

Fang Bin dan Chen Qiushi, dua orang citizen journalist yang disebut telah mengungkapkan kondisi sebenarnya dari Kota Wuhan pasca virus corona merebak.

Youtube via BBC
Fang Bin dan Chen Qiushi 

Kemudian pada bulan Januari ia mulai mengelilingi kota Wuhan untuk melaporkan situasi yang semakin memburuk.

"Saya akan menggunakan kamera saya untuk merekam apa yang sebenarnya terjadi. Saya berjanji saya tidak akan menutupi kebenaran," ujarnya dalam video pertamanya di YouTube.

Chen mengunjungi sejumlah rumah sakit di Wuhan dan memperlihatkan bagaimana kondisi di sana serta berbicara dengan para pasien.

Meski begitu ia mengaku sadar bahwa apa yang dilakukannya itu dapat membahayakan dirinya.

Dirinya pun tidak terlalu yakin seberapa lama ia dapat melanjutkan aksinya itu.

"Aturan sensor sangat ketat dan bahkan sejumlah akun ditutup jika mereka membagikan kontenku," ungkap Chen.

Hingga akhirnya pada 7 Februari 2020 lalu, sebuah video dibagikan melalui akun Twitternya.

Video itu rupanya dibuat oleh teman dan ibunya yang mengatakan bahwa Chen telah menghilang.

Temannya yang bernama Xu Xiaodong kemudian mengatakan adanya dugaan bahwa Chen telah dikarantina secara paksa.

Pria Asal China Tertular Virus Corona Setelah Bertemu Pasien yang Terinfeksi Selama 15 Detik

Ahli Asal China Sebut Pasien Virus Corona Masih Bisa Kembali Terinfeksi Setelah Dinyatakan Sembuh

Pihak otoritas China masih bungkam terkait hilangnya dua jurnalis tersebut

Berdasarkan laporan BBC pada 14 Februari 2020, dinyatakan bahwa pihak otoritas China masih bungkam atas kabar menghilangnya Fang Bin dan Chen Qiushi.

Selain itu, juga tidak ada pernyataan resmi terkait keberadaan kedua jurnalis tersebut.

Seorang peneliti dari Amnesty International, Patrick Poon mengatakan, hingga kini belum jelas apakah kedua jurnalis itu ditangkap oleh pihak kepolisian atau dikarantina secara paksa.

Meski begitu, ia menyebut bahwa seharusnya pihak otoritas memberikan kejelasan kepada keluarga keduanya.

"Pemerintah China seharusnya memberikan informasi kepada keluarga mereka dan memberikan mereka akses untuk pengacara pilihan mereka. Jika tidak, maka merupakan hal yang wajar jika muncul kekhawatiran adanya tindak kekerasan atau perlakuan buruk lainnya," ungkapnya.

(TribunPalu.com/Clarissa Fauzany)

Penulis: Clarissa Fauzany Priastuti
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved