Ashraf Sinclair Meninggal
Ashraf Sinclair Meninggal Dunia: Kesaksian Instruktur Gym, Penjelasan Dokter soal Serangan Jantung
Aktor asal Malaysia sekaligus suami Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair, meninggal dunia, Selasa (18/2/2020) pagi setelah mengalami serangan jantung.
"Saya juga kaget. Sebagai sosok yang tahu almarhum sehatnya seperti apa. Saya juga kaget," kata Oka, saat mengungkapkan keterkejutannya atas kepergian Ashraf Sinclair yang terasa begitu mendadak.
"Kalau yang di Atas sudah begini, ya tidak bisa ngapa-ngapain," pungkasnya.
Melihat kebiasaan Ashraf Sinclair yang menjalani pola hidup sehat dan rutin berolahraga, muncul pertanyaan apakah kelelahan bisa menjadi faktor pemicu serangan jantung.
Dalam tayangan Intens Investigasi yang rilis pada Kamis (20/2/2020), dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Dr. Vito Anggarino Damay, SP.JP pun memberikan penjelasan mengenai serangan jantung di usia muda.
Menurut Dr. Vito, serangan jantung di usia muda kemungkinan karena belum terdeteksi.
Ia menegaskan, meskipun tidak ada riwayat penyakit maupun keluhan atau gejala, itu belum berarti tidak memiliki penyakit jantung.
• Sebelum Ashraf Sinclair Meninggal Dunia, Noah Pernah Minta Adik, Apa Jawaban BCL dan Mendiang Suami?
• Aming Kisahkan Firasat BCL sebelum Ashraf Sinclair Meninggal Dunia: Gitu Mulu Diulang-ulang

"Terlepas dari kasus almarhum, orang yang meninggal karena serangan jantung di usia muda itu memang biasanya punya penyakit jantung yang mungkin belum terdeteksi sebelumnya."
"Tidak ada riwayat atau tidak ada keluhan, bukan berarti tidak punya penyakit jantung."
Dr. Vito Anggarion Damay, SP.JP juga menjelaskan bagaimana serangan jantung bisa disebut silent killer atau pembunuh dalam senyap.
Sebab, serangan jantung kerapkali tidak diawali dengan keluhan apa-apa.
"Itu yang sering menjadi silent killer, jadi nggak ketahuan karena tidak ada keluhan apa-apa. Dan orang yang terkena itu juga tidak mengeluhkan gejala apa-apa dan terlihat seperti orang pada umumnya," jelas Dr. Vito.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah ini juga menjelaskan, mengapa serangan jantung umumnya terjadi di pagi hari.
Itu karena berkaitan dengan ritme atau irama sirkadian tubuh.
"Memang serangan jantung umumnya terjadi di pagi hari, karena ketika menjelang bangun [tidur] tubuh kita punya irama sirkadian."
"Sirkadian ini adalah irama yang mengatur ritme tubuh kita. Jadi, kapan kita mengantuk, kapan kita bangun, kapan kita harus makan, kapan kita harus olahraga. Nah itu ada ritme atau iramanya."