Breaking News:

9 Siswa SMPN 1 Turi Tewas, Kepala Sekolah Mengaku Tak Tahu Kegiatan Susur Sungai

Kepala SMP Negeri 1 Turi, Tutik Nurdiyana, mengaku tidak mengetahui program kegiatan susur sungai.

(KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA)
Kepala SMP Negeri 1 Turi, Sleman Tutik Nurdiyana (memegang mik) saat memberikan keterangan kepada wartawan, Sabtu (22/2/2020). 

TRIBUNPALU.COM - Kepala SMP Negeri 1 Turi, Tutik Nurdiyana, mengaku tidak mengetahui program kegiatan susur sungai.

Ia menyatakan kegiatan tersebut merupakan program lama.

"Kami atas nama sekolah mohon maaf atas terjadinya musibah ini yang benar-benar tidak kami prediksi dari awal, tidak menduga," ujar Tutik dalam konferensi pers di sekolahnya, Sabtu (22/02/2020).

Tutik menyampaikan, SMP Negeri 1 Turi mempunyai ekstrakurikuler pramuka. Kegiatan pramuka digelar setiap hari Jumat dari pukul 13.30 WIB sampai 15.30 WIB.

Kegiatan susur sungai merupakan program rutin pada ekstrakurikuler pramuka di SMP Negeri 1 Turi.

"Bagi kami mungkin anak-anak penduduk Turi, mereka familiar dengan lingkungan Turi, jadi bukan hal yang khusus," katanya.

Menurutnya, ada tujuh orang yang mendampingi saat kegiatan susur sungai. Mereka merupakan guru-guru di SMP Negeri 1 Turi.

Kegiatan susur sungai ini, lanjutnya, murni kegiatan SMP Negeri 1 Turi. Kegiatan pramuka susur sungai merupakan program lama.

"Saya di sini kepala sekolah baru, baru 1,5 bulan, program-program ini melanjutkan yang lama. Semester kemarin sudah ada program seperti itu," katanya.

Tutik mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan susur sungai pada Jumat (21/02/2020). Sebab para pendamping tidak memberikan laporan.

Halaman
12
Editor: Imam Saputro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved