Sulteng Hari ini

FKPT Bakal Buat Lomba Film Pendek untuk Cegah Paham Terorisme

FKPT menyelenggarakan lomba film pendek tersebut sebagai salah satu perpanjangan program Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

FKPT Bakal Buat Lomba Film Pendek untuk Cegah Paham Terorisme
DOK HUMAS FKPT SULTENG
Pengurus FKPT Sulteng Periode 2020 - 2022 foto bersama dengan Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius dan para pejabat BNPT. 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di masing-masing daerah termasuk di Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar lomba film pendek sebagai salah satu upaya kontra intoleransi, radikalisme dan terorisme.

FKPT menyelenggarakan lomba film pendek tersebut sebagai salah satu perpanjangan program Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

"Kegiatan ini melibatkan para pemuda, para generasi muda, kaum milenial, para siswa-siswa sebagai peserta," ucap Ketua Bidang Pemuda dan Pendidikan FKPT Sulteng H Sofyan Bachmid, saat ditemui di Kota Palu, Sabtu (22/2/2020) sore.

Lanjut Sofyan Bachmid, BNPT melalui FKPT secara nasional menyediakan Rp100 Juta sebagai total bonus hadiah lomba film pendek tersebut, dengan tema tajuk 'Kita Indonesia', sub tema 'Pemuda tangguh adalah pemuda yang cinta akan setiap jengkal tanah airnya'.

Lomba itu akan dimulai Maret dan berakhir pada Oktober 2020 mendatang.

Jata Sofyan, sapaannya, BNPT bersama FKPT lewat rapat kerja nasional (Rakernas) FKPT diikuti 288 pengurus dari 32 provinsi di Indonesia dari tanggal 17 - 20 Februari 2020 telah membahas mengenai konten film pendek tersebut.

"Para pemenang lomba, akan menerima hadiahnya di Jakarta dirangkaikan dengan rapat koordinasi nasional FKPT se-Indonesia tahun 2020," kata Sofyan yang juga Sekretaris MUI Sulteng.

Nantinya, FKPT Sulteng akan menyosialisasikan lomba tersebut kepada siswa-siswi di Sulteng, serta memberikan pelatihan langsung para siswa-siswi tingkat SLTA dalam pencegahan terorisme.

Menurutnya, gerakan intoleransi, radikalisme dan terorisme, merupakan musuh besar NKRI yang saat ini menjadi tantangan bangsa.

Karena itu, setiap komponen masyarakat termasuk generasi muda, para milenial dan siswa-siswi diajak untuk menolak keras gerakan tersebut.

Sofyan menambahkan, lomba tersebut untuk membiasakan para pemuda atau pelajar Indonesia, termasuk di Sulteng, untuk menyikapi perbedaan sebagai hal yang lumrah dan dilihat sebagai kekayaan bangsa.

Sehingga para pemuda alias pelajar mampu membiasakan diri dalam menyikapi perbedaan sebagai hal yang lumrah.

"Lewat lomba ini, akan semakin meluasnya semangat perdamaian di tengah masyarakat melalui penyebaran video pendek BNPT Kita Indonesia," terangnya'.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved