Breaking News:

Palu Hari Ini

Penyintas Bencana di Kabupaten Sigi Dilatih Membuat Makanan Olahan Cokelat

Penyintas perempuan di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah diberi pelatihan membuat makanan olahan cokelat, Sabtu (22/2/2020) siang.

DOK ACT SULTENG
Penyintas perempuan di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah diberi pelatihan membuat makanan olahan cokelat, Sabtu (22/2/2020) siang. 

Lanjut Nani, sapaan akrabnya, untuk membantu ekonomi keluarga, ibu rumah tangga juga perlu mengambil peran.

Sehingga dari hasil pelatihan itu, para ibu rumah tangga diharapkan dapat membuat produk aneka makanan yang bernilai rupiah yang tentunya dapat membantu ekonomi keluarga.

“ sebelumnya kami telah melakukan pemberdayaan ekonomi melalui usaha bawang goreng dan hari ini mereka kami ajarkan membuat aneka makanan berbahan baku cokelat,” jelas Nani.

Nani juga mengatakan beberapa bulan ke depan umat islam di dunia akan melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadan.

Di bulan tersebut tentunya permintaan kue kering berbahan baku cokelat untuk idul fitri nanti meningkat.

Sehingga momentum tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh ibu-ibu rumah tangga untuk meraup keuntungan lebih.

“Tentunya bulan itu bisa dimanfaatkan oleh ibu rumah tangga, selain beribadah juga bisa dimanfaatkan untuk membuat aneka makanan cokelat seperti kue kering berbahan cokelat yang tentunya bernilai rupiah,” Katanya.

Sementara itu, Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu Bidang SDM PLUT Arman Wahid mengatakan program pemberdayan ekonomi bagi korban bencana alam itu sangat tepat.

Sebab, kata Arman, selama ini korban bencana alam tidak hanya menerima bantuan dari pemerintah maupun lembaga kemanusiaan, juga dituntut untuk bertahan hidup ditengah kondisi ekonomi yang kurang baik.

Arman berharap dari hasil pelatihan ini ibu-ibu rumah tangga khususnya di Desa Soulowe dapat membantu ekonomi keluarga melalui produk makanan yang berbahan baku cokelat maupun produk makanan lainya.

“Kenapa harus berbahan dasar cokelat karena bahan baku cokelat sangat mudah ditemukan di Kota Palu dan cara pembuatan olahanan makanan tersebut tidak rumit. Selain itu cokelat itu semua umur bisa makan dan laku untuk dijual,” tutur Amran.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved