Barbie Kumalasari Jarang Kunjungi Penjara, Galih Ginanjar Ingat Peluk Erat Istri Dua Minggu Lalu

“Frekuensi pertemuan sudah berkurang, terakhir ketemu pas kesaksian dia sekitar dua minggu lalu ya,” ungkap Galih saat ditemui di PN Jaksel

KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG
Galih Ginanjar dan Barbie Kumalasari saat diabadikan di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (8/7/2019). 

TRIBUNPALU.COM - Isu perceraian menghampiri rumah tangga pasangan sensasional Galih Ginanjar dan Barbie Kumalasari.

Galih Ginanjar mengakui saat ini Barbie sudah jarang mengunjunginya lagi ke penjara Polda Metro Jaya.

Pertemuan terakhir keduanya sekitar dua minggu lalu saat Barbie jadi saksi di persidangan kasus ikan asin yang menjeratnya.

“Frekuensi pertemuan sudah berkurang, terakhir ketemu pas kesaksian dia sekitar dua minggu lalu ya,” ungkap Galih saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (24/2/2020).

Dulunya disaat hubungan mereka masih harmonis, Barbie Kumalasari pasti seminggu sekali datang mengunjungi Galih ke penjara.

 

Galih Ginanjar saat ditemui di Pengadilan Jakarta Selatan, Senin (24/2/2020).
Galih Ginanjar saat ditemui di Pengadilan Jakarta Selatan, Senin (24/2/2020). (Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy)

“Seminggu sekali ada tergantung harinya kadang Senin, kadang Selasa, Rabu, Kamis,” tutur Galih.

Di pertemuan terakhir dua minggu lalu pun Galih menceritakan ia memeluk erat Barbie Kumalasari untuk meluapkan kerinduannya pada sang istri.

“Ya meluk aja kangen. Soalnya kalau disini dikasih kesempatan gak lama kan harus minta izin ketemu dulu kan,” ucap Galih.

Terkait perceraian Galih tidak ingin membahas lebih banyak karena ia ingin fokus dulu pada proses hukum ujaran ikan asin yang dilaporkan Fairuz A. Rafiq.

“Kalau untuk masalah itu (perceraian) nanti sajalah setelah selesai masalah ini kita bahas nanti apapun keputusannya media pasti tahu,” kata Galih.

Halaman
1234
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved