Positif Terinfeksi HIV, Puluhan Wanita di Afrika Selatan Dipaksa Lakukan 'Sterilisasi'

Puluhan wanita di Afrika Selatan dipaksa untuk menjalani sterilisasi setelah melahirkan lantaran positif terinfeksi HIV.

Positif Terinfeksi HIV, Puluhan Wanita di Afrika Selatan Dipaksa Lakukan 'Sterilisasi'
pexels.com/pixabay
ILUSTRASI bayi. 

TRIBUNPALU.COM - Puluhan wanita dipaksa untuk menjalani sterilisasi setelah melahirkan di rumah sakit pemerintah atau umum Afrika Selatan.

Wanita-wanita tersebut diharuskan untuk melakukan prosedur menyakitkan itu lantaran positif terinfeksi HIV.

Komisi Kesetaraan Gender (CGE) mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan setelah adanya pengaduan terkait hal tersebut.

Sebagaimana yang diwartakan oleh ABC News pada 25 Februari 2020 lalu, setidaknya ada 48 wanita yang melaporkan tindakan 'kejam dan tidak manusiawi' tersebut.

Dikatakan bahwa prosedur sterilisasi itu dilakukan terhadap wanita saat menjalani persalinan.

Sebagai informasi, sterilisasi merupakan prosedur yang dilakukan kepada seseorang untuk mencegah kehamilan secara permanen.

Paksaan untuk melakukan sterilisasi pada tahun 2002 dan 2005 di 15 rumah sakit umum Afrika Selatan telah menimbulkan kemarahan publik.

Sejumlah rumah sakit tersebut bahkan berada di kota-kota besar seperti Johannesburg dan Durban.

Sejarah ARV, Obat yang Disebut Selamatkan 13,6 Juta Jiwa dari HIV/AIDS

Cari Bayi yang Hilang Sejak Januari, Polisi Tawarkan Hadiah 100 Juta Rupiah Bagi yang Menemukan

15 Orang Meninggal Akibat Wabah Penyakit Misterius di Nigeria, Bukan Virus Corona atau Ebola

Pasien diancam tidak akan dibantu dalam proses persalinan jika menolak sterilisasi

Dalam beberapa kasus, pihak rumah sakit memberikan ancaman berupa tidak akan membantu proses persalinan apabila wanita-wanita tersebut tidak menyetujui tindakan sterilisasi.

Halaman
123
Penulis: Clarissa Fauzany Priastuti
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved