Pasien Suspect Virus Corona di RS Kariadi Meninggal, Jenazah Dibungkus Plastik, Ini Kata Kemenkes

Meski pasien tersebut diisolasi, pihak rumah sakit menegaskan bahwa pasien tersebut meninggal bukan karena Covid-19.

Pasien Suspect Virus Corona di RS Kariadi Meninggal, Jenazah Dibungkus Plastik, Ini Kata Kemenkes
YONHAP / AFP
Para pekerja medis yang mengenakan alat pelindung memindahkan seorang tersangka pasien virus korona (C) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam di mana total 16 infeksi sekarang telah diidentifikasi dengan virus corona COVID-19, di daerah Cheongdo dekat kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020 Kasus coronavirus Korea Selatan hampir dua kali lipat pada 21 Februari, naik di atas 200 dan menjadikannya negara yang paling parah terkena dampak di luar China ketika jumlah infeksi yang terkait dengan sekte keagamaan meningkat. 

TRIBUNPALU.COM - Virus corona Covid-19 yang mewabah di China dan seluruh dunia, menjadi momok bagi masyarakat.

Bahkan baru-baru ini seorang pasien suspect (terduga) terpapar virus corona meninggal dunia setelah beberapa hari mendapat perawatan medis di ruang isolasi RSUP Kariadi Semarang, Jawa Tengah.

Sebelumnya, pasien ini sempat disebut suspect virus corona Covid-19 karena gejala yang dianggap hampir sama.

Meski pasien tersebut diisolasi, namun pihak rumah sakit menegaskan bahwa pasien tersebut meninggal bukan karena Covid-19.

RS Kariadi menerangkan bahwa pasien tersebut meninggal pada Minggu (23/2/2020) karena penyakit Bronkopneumonia yang menyerang bagian paru-paru.

"Jadi pasien pria usia 37 tahun yang meninggal pada Minggu (23/2/2020) itu, karena penyakit Bronkopneumonia sehingga paru-parunya mengalami kerusakan akibat infeksi, bukan karena virus corona," kata Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) RSUP dr Kariadi, Fathur Nur Kholis, di Semarang, Rabu, seperti dikutip dari Kompas.com.



Para pekerja medis yang mengenakan alat pelindung memindahkan seorang tersangka pasien virus korona (C) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam di mana total 16 infeksi sekarang telah diidentifikasi dengan virus corona COVID-19, di daerah Cheongdo dekat kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020 Kasus coronavirus Korea Selatan hampir dua kali lipat pada 21 Februari, naik di atas 200 dan menjadikannya negara yang paling parah terkena dampak di luar China ketika jumlah infeksi yang terkait dengan sekte keagamaan meningkat.
Para pekerja medis yang mengenakan alat pelindung memindahkan seorang tersangka pasien virus korona (C) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam di mana total 16 infeksi sekarang telah diidentifikasi dengan virus corona COVID-19, di daerah Cheongdo dekat kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020 Kasus coronavirus Korea Selatan hampir dua kali lipat pada 21 Februari, naik di atas 200 dan menjadikannya negara yang paling parah terkena dampak di luar China ketika jumlah infeksi yang terkait dengan sekte keagamaan meningkat. (YONHAP / AFP)

Seorang Pejabat di Korea Selatan yang Tangani Virus Corona Tewas Bunuh Diri

Jepang Laporkan Kasus Pertama Warganya Kembali Terinfeksi Virus Corona Setelah Dinyatakan Sembuh

Jackie Chan Disebut Terjangkit Virus Corona, Hadiri Pesta Dituding Jadi Penyebabnya, Ini Faktanya

Ahli Penyakit Menular Benarkan Adanya Penularan Virus Corona Lewat Uang yang Terjadi di Jepang

Pernyataan Kemenkes

Sementara itu Kementerian Kesehatan menyatakan, pasien tersebut meninggal dunia bukan karena virus corona Covid-19.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr. Anung Sugihantoro, M.Kes mengatakan, hasil diagnosis akhir menunjukkan pasien tersebut terjangkit virus H1N1pdm09 atau flu babi.

"Pasien yang dinyatakan suspect dan meninggal di RSDK (RS Dr Kariadi) Semarang, setelah hasil laboratoriumnya keluar dinyatakan bukan karena Covid-19," kata Anung saat dihubungi Kamis (27/2/2020) siang, seperti dikutip dari Kompas.com.

Halaman
1234
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved