Virus Corona

Kasus Virus Corona di Korea Selatan Mencapai Angka 2.900, Sebagian Besar Ditemukan di Daegu

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea atau KCDC melaporkan adanya 594 kasus baru yang ditemukan pada Sabtu (29/2/2020) pagi.

Tangkapan Layar BBC
Antrian panjang pembelian masker terjadi di supermarket E-Mart di Daegu, Korea Selatan pada Senin (24/2/2020) 

15. Gyeong-buk: 469 kasus

16. Gyeong-nam: 59 kasus

17. Jeju: 2 kasus

Presiden Moon Jae In beserta sejumlah pejabat Korea Selatan menggelar rapat guna membahas wabah virus corona
Presiden Moon Jae In beserta sejumlah pejabat Korea Selatan menggelar rapat guna membahas wabah virus corona (Instagram.com/moonjaein)

Wabah virus corona di Korea disebut berkaitan dengan jemaah gereja Daegu

Muncul kecurigaan jika penyebaran virus corona di Negeri Ginseng itu terkait dengan jamaah Gereja Shincheonji di Daegu.

Pasalnya, lonjakan kasus terjadi tidak lama setelah salah seorang jamaah sekte keagamaan itu dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Jamaah berusia 61 tahun itu diketahui mengunjungi gereja sebanyak empat kali sebelum dan sesudah menunjukkan gejala infeksi virus corona.

Wanita itu kemudian dinyatakan positif terinfeksi pada Selasa (18/2/2020) lalu setelah menjalani serangkaian tes.

Selain itu, berdasar data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) per Minggu (23/2/2020) lalu, ditemukan fakta bahwa sebanyak 329 kasus virus corona di Korea berkaitan dengan jemaah Gereja Shincheonji di Daegu.

Kala itu, jumlah kasus virus corona di Korea berada di angka 600.

Ratusan orang mengatri di Seoul untuk membeli masker pada Jumat (28/2/2020)
Ratusan orang mengatri di Seoul untuk membeli masker pada Jumat (28/2/2020) (Instagram.com/yonhap_news)

Pemerintah akan melakukan tes virus corona terhadap anggota Gereja Shincheonji

Hal itu didasarkan pada data yang menunjukkan bahwa sebagian besar kasus virus corona di Korea berkaitan dengan kelompok keagamaan itu.

Pemeriksaan atau tes virus corona tersebut menyusul persetujuan dari pihak Shincheonji untuk memberikan data dari seluruh jamaahnya.

Dilansir laman Yonhap, pihak gereja telah menyetujui untuk memberikan daftar jamaah beserta nomor telepon dalam rangka mencegah penyebaran virus corona.

"(Setelah Shincheonji memberikan daftar tersebut) pemerintah akan segera melakukan tes untuk seluruh jamaah sesegera mungkin dan mengungkapkan hasilnya secara transparan," ungkap pihak pusat pengendali bencana.

Terkait dengan adanya pemeriksaan terhadap para jamaah sekte tersebut, disebutkan bahwa terdapat kemungkinan jumlah kasus virus corona di Korea Selatan masih akan bertambah.

(TribunPalu.com/Clarissa Fauzany)

Penulis: Clarissa Fauzany Priastuti
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved