Breaking News:

Virus Corona

Kasus Virus Corona di Korea Selatan Mencapai Angka 2.900, Sebagian Besar Ditemukan di Daegu

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea atau KCDC melaporkan adanya 594 kasus baru yang ditemukan pada Sabtu (29/2/2020) pagi.

Tangkapan Layar BBC
Antrian panjang pembelian masker terjadi di supermarket E-Mart di Daegu, Korea Selatan pada Senin (24/2/2020) 

TRIBUNPALU.COM - Angka kasus virus corona di Korea Selatan kembali bertambah.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea atau KCDC melaporkan adanya 594 kasus baru yang ditemukan pada Sabtu (29/2/2020) pukul 09.00 waktu setempat.

Jumlah tersebut menambah angka kasus virus corona di Negeri Ginseng hingga menyentuh angka 2.931.

Sebelumnya, pada Jumat (28/2/2020) sore kemarin tercatat angka kasus virus corona di sana ialah sebanyak 2.337.

Pada rilis yang dibagikan melalui laman resminya, KCDC menyampaikan adanya tiga pasien yang meninggal.

Ketiganya merupakan pasien wanita dengan usia di atas 70 tahun.

Tiga kematian baru yang dilaporkan tersebut terjadi di Daegu.

Kini, tercatat ada 16 orang yang meninggal di Korea Selatan akibat infeksi virus corona.

Di samping itu, jumlah pasien yang telah dinyatakan sembuh ialah sebanyak 27 orang.

2.055 kasus virus corona ditemukan di Daegu

Boleh dibilang, kasus virus corona di Korea Selatan paling banyak ditemukan di Daegu.

Dari total 594 kasus baru yang dilaporkan pada Sabtu ini, 476 di antaranya ditemukan di daerah yang berjarak sekira 300 kilometer dari Seoul tersebut.

Berdasarkan data yang dibagikan oleh KCDC, jumlah kasus virus corona di daerah tersebut mencapai angka 2.055.

Artinya, sekira 70 persen kasus terjadi di Daegu.

Daerah kedua dengan jumlah virus corona terbanyak ialah Gyeong-buk, yaitu dengan 469 kasus.

Berikut adalah rincian data kasus virus corona di Korea Selatan.

1. Seoul: 74 kasus

2. Busan: 77 kasus

3. Daegu: 2.055 kasus

4. Incheon: 6 kasus

5. Gwangju: 9 kasus

6. Daejeon: 14 kasus

Wabah Virus Corona, Polisi Korea Selatan Tindak Sejumlah Distributor yang Lakukan Penimbunan Masker

Kasus Virus Corona Melonjak ke Angka 833, Beredar Video Antrian Panjang Warga Beli Masker di Korea

Para pekerja medis yang mengenakan alat pelindung memindahkan seorang tersangka pasien virus korona (C) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam di mana total 16 infeksi sekarang telah diidentifikasi dengan virus corona COVID-19, di daerah Cheongdo dekat kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020 Kasus coronavirus Korea Selatan hampir dua kali lipat pada 21 Februari, naik di atas 200 dan menjadikannya negara yang paling parah terkena dampak di luar China ketika jumlah infeksi yang terkait dengan sekte keagamaan meningkat.
Para pekerja medis yang mengenakan alat pelindung memindahkan seorang tersangka pasien virus korona (C) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam di mana total 16 infeksi sekarang telah diidentifikasi dengan virus corona COVID-19, di daerah Cheongdo dekat kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020 Kasus coronavirus Korea Selatan hampir dua kali lipat pada 21 Februari, naik di atas 200 dan menjadikannya negara yang paling parah terkena dampak di luar China ketika jumlah infeksi yang terkait dengan sekte keagamaan meningkat. (YONHAP / AFP)

7. Ulsan: 17 kasus

8. Sejong: 1 kasus

9. Gyeong-gi: 76 kasus

10. Gang-won: 7 kasus

11. Chung-buk: 10 kasus

12. Chung-nam: 48 kasus

13. Jeon-buk: 5 kasus

14. Jeon-nam: 2 kasus

15. Gyeong-buk: 469 kasus

16. Gyeong-nam: 59 kasus

17. Jeju: 2 kasus

Presiden Moon Jae In beserta sejumlah pejabat Korea Selatan menggelar rapat guna membahas wabah virus corona
Presiden Moon Jae In beserta sejumlah pejabat Korea Selatan menggelar rapat guna membahas wabah virus corona (Instagram.com/moonjaein)

Wabah virus corona di Korea disebut berkaitan dengan jemaah gereja Daegu

Muncul kecurigaan jika penyebaran virus corona di Negeri Ginseng itu terkait dengan jamaah Gereja Shincheonji di Daegu.

Pasalnya, lonjakan kasus terjadi tidak lama setelah salah seorang jamaah sekte keagamaan itu dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Jamaah berusia 61 tahun itu diketahui mengunjungi gereja sebanyak empat kali sebelum dan sesudah menunjukkan gejala infeksi virus corona.

Wanita itu kemudian dinyatakan positif terinfeksi pada Selasa (18/2/2020) lalu setelah menjalani serangkaian tes.

Selain itu, berdasar data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) per Minggu (23/2/2020) lalu, ditemukan fakta bahwa sebanyak 329 kasus virus corona di Korea berkaitan dengan jemaah Gereja Shincheonji di Daegu.

Kala itu, jumlah kasus virus corona di Korea berada di angka 600.

Ratusan orang mengatri di Seoul untuk membeli masker pada Jumat (28/2/2020)
Ratusan orang mengatri di Seoul untuk membeli masker pada Jumat (28/2/2020) (Instagram.com/yonhap_news)

Pemerintah akan melakukan tes virus corona terhadap anggota Gereja Shincheonji

Hal itu didasarkan pada data yang menunjukkan bahwa sebagian besar kasus virus corona di Korea berkaitan dengan kelompok keagamaan itu.

Pemeriksaan atau tes virus corona tersebut menyusul persetujuan dari pihak Shincheonji untuk memberikan data dari seluruh jamaahnya.

Dilansir laman Yonhap, pihak gereja telah menyetujui untuk memberikan daftar jamaah beserta nomor telepon dalam rangka mencegah penyebaran virus corona.

"(Setelah Shincheonji memberikan daftar tersebut) pemerintah akan segera melakukan tes untuk seluruh jamaah sesegera mungkin dan mengungkapkan hasilnya secara transparan," ungkap pihak pusat pengendali bencana.

Terkait dengan adanya pemeriksaan terhadap para jamaah sekte tersebut, disebutkan bahwa terdapat kemungkinan jumlah kasus virus corona di Korea Selatan masih akan bertambah.

(TribunPalu.com/Clarissa Fauzany)

Penulis: Clarissa Fauzany Priastuti
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved