Breaking News:

Virus Corona

Anies Baswedan Paparkan 6 Langkah Pemprov DKI Jakarta dalam Cegah Penyebaran Virus Corona

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan sejumlah langkah pencegahan virus corona COVID-19.

KOMPAS.com/NURSITA SARI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Rusunawa Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (3/1/2020) 

Anies Baswedan juga menyebutkan pengalaman dari negara yang dipantau Pemprov DKI Jakarta.

"Ketika relaks di situ, tidak ketat... maka efek tularnya menjadi besar sekali."

Oleh karenanya, Anies Baswedan menganjurkan untuk dilakukan langkah isolasi.

"Baik BUMD, ASN, maupun pekerja kontrak, semuanya sama. Tidak ada pemotongan gaji dan TKD bila mereka harus melakukan self-quarantine."

3. Kegiatan di hari Minggu, khususnya Car Free Day (CFD) ditiadakan.

Yang ketiga, langkah yang dilakukan untuk antisipasi virus corona di Jakarta berkaitan dengan kegiatan hari Minggu di mana ada hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau yang lebih populer dengan istilah Car Free Day (CFD).

Anies Baswedan mengatakan, "Untuk dua pekan ke depan, Pemprov DKI Jakarta meniadakan CFD. Hal ini demi menjaga dan melindungi warga Jakarta dari potensi penularan virus corona."

Sesudah dua minggu CFD ditiadakan, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan pemantauan dan melihat perkembangan penularan virus corona.

Sesudahnya, kembali akan dilakukan peninjauan (review).

4. Formula E dibatalkan.

Langkah keempat pencegahan COVID-19, terkait dengan pelaksanaan gelaran Formula E, yang mana Jakarta menjadi tuan rumahnya.

Event Formula E yang rencananya digelar pada bulan Juni mendatang akhirnya resmi dibatalkan.

"Jakarta terjadwal untuk menjadi tuan rumah Formula E. Komunikasi terus dilakukan selama beberapa waktu, sangat intensif, memantau perkembangan di seluruh dunia, bukan hanya di Jakarta, demi menjaga keselamatan dan memastikan kesehatan warga Jakarta,"

"Karena kita menempatkan kesehatan dan keselamatan sebagai prioritas utama, maka kita memutuskan untuk menunda pelaksanaan Formula E di Bulan Juni."

"Waktu pelaksanaannya akan dibahas kemudian dan kita memantau perkembangan di dunia."

Wabah Virus Corona Belum Berhenti, MotoGP Siapkan Skenario Luar Biasa demi Kelangsungan Balapan

Corona Mewabah, Festival Musik Coachella Mundur ke Oktober 2020

Menurut Anies Baswedan, kegiatan Formula E ini tentu dihadiri oleh wisatawan internasional.

Sehingga, risiko yang mungkin terjadi terlalu besar bagi Jakarta apabila begitu banyak wisatawan datang dari negara-negara yang memiliki kasus virus corona.

Anies tak memungkiri, Formula E memang berpotensi memberikan dampak ekonomi yang besar bagi Jakarta, tetap demi keselamatan warga, Formula E tetap dibatalkan.

"Kita tidak ingin mengorbankan keselamatan warga demi pencapaian perekonomian"

"Memang Formula E ini memberikan dampak ekonomi yang besar, tetapi bila punya risiko untuk warga, maka kita tunda,"

"Dan Alhamdulillah pihak Formula E dan FIA menyetujui itu, sehingga hari ini kami di Jakarta dan mereka di Eropa akan bersama-sama mengumumkan Formula E bulan Juni tidak dilaksanakan."

5. Jajaran Pemprov DKI Jakarta diimbau untuk tidak jabat tangan dan mengurangi kontak fisik secara langsung.

Langkah kelima, seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta diinstruksikan untuk mengurangi kegiatan jabat tangan dan kontak fisik secara langsung.

Namun, langkah ini tidak mengurangi rasa hormat satu sama lain.

Tujuannya adalah untuk membatasi kontak langsung, karena kontak langsung punya potensi penularan yang cukup besar.

Keris Pangeran Diponegoro Kembali, Ini Kata Sejarawan UGM yang Ikut Memverifikasi

Surat Rujukan Dokter dan Identitasnya Bocor, Pasien Suspect COVID-19 Merasa Keberatan

Khawatirkan Hasil Pemeriksaan Kejiwaan Remaja yang Bunuh Bocah, Pengacara Korban: Siapa yang Jamin?

6. Gerakan semesta.

Anies Baswedan menegaskan, pencegahan penularan virus corona tidak bisa hanya dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Ia mengatakan, sejak awal Januari, Pemprov DKI Jakarta, khususnya Dinas Kesehatan, sudah melakukan semua langkah pencegahan.

Itu merupakan sikap bertanggungjawab sekaligus menunjukkan prioritas Pemprov DKI Jakarta untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia, karena itu adalah perintah konstitusi.

Anies Baswedan pun menyinggung soal gerakan semesta, karena langkah pencegahan ini tidak cukup dilakukan hanya oleh Pemprov DKI Jakarta.

Perusahaan swasta diimbau untuk ikut melakukan langkah pencegahan virus corona, serta menetapkan staf atau pegawai yang terpaksa dipantau karena kasus corona tidak dikurangi gajinya.

"Harus menjadi gerakan semesta yang harus dilakukan bukan hanya oleh aparat pemerintah, tetapi juga seluruh komponen masyarakat."

"Karena itu, kami berharap langkah-langkah ini juga dilakukan oleh private sector, perusahaan-perusahaan di wilayah Jakarta."

"Kami hanya bisa memberikan anjuran apabila ada ada pegawai atau staf yang ditengarai atau masuk kategori orang dalam pantauan atau pasien dalam pengawasan, kami instruksikan untuk bekerja di rumah dan tidak dikurangi penghasilannya."

Di akhir konferensi pers, Anies Baswedan juga meminta untuk melihat kasus penularan dan penyebaran virus corona dari perspektif dunia.

Tak hanya berita dari Jakarta, Indonesia, tetapi juga berita dunia.

Sebab, jika dilihat dari perspektif dunia, kasus virus corona itu sangat besar.

Anies mengimbau, untuk tidak mengulang kesalahan-kesalahan yang dilakukan di tempat lain.

Pihak pemerintah DKI Jakarta juga mengundang setiap lembaga di ibu kota untuk berdiskusi langsung untuk menyamakan kesadaran dan langkah-langkah pencegahan virus corona.

Simak video selengkapnya berikut:

(TribunPalu.com/Rizki A.)

Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved