Breaking News:

Balai Penelitian KLHK Produksi Disinfektan dari Cuka Kayu dan Bambu, Lebih Ampuh Ketimbang Alkohol

Selain disinfektan dari cuka kayu dan bambu yang diproduksi BLI KLHK, P3HH juga meemproduksi hand sanitizer dengan formula asap cair

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
ILUSTRASI virus corona COVID-19. Selain disinfektan yang diproduksi BLI KLHK, Penelitian dan Pengembangan Pusat Litbang Hasil Hutan (P3HH) juga memproduksi hand sanitizer dengan formula asap cair (cuka kayu), borneol, etanol, dan gliserol. 

TRIBUNPALU - Sebagai upaya antisipasi meluasnya penyebaran virus corona COVID-19 di Indonesia, Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berhasil memproduksi disinfektan dari cuka kayu dan bambu (asap cair).

Selain disinfektan yang diproduksi BLI KLHK, Penelitian dan Pengembangan Pusat Litbang Hasil Hutan (P3HH) juga memproduksi hand sanitizer dengan formula asap cair (cuka kayu), borneol, etanol, dan gliserol.

Pemakaiannya telah diujicobakan untuk lingkungan kantor dan dibagikan kepada para pegawai di lingkungan perkantoran BLI Kampus Gunung Batu, Bogor.

Achmad Yurianto Tegaskan Klorokuin Hanya untuk Pengobatan COVID-19, Bukan Pencegahan

Corona Semakin Mewabah, Dua Dokter Asal Jabar Meninggal Dunia setelah Dinyatakan Positif Covid-19

Virus Corona Mudah Hancur di Luar Tubuh Manusia, Ahli: Hancur Oleh Segala Macam Pelarut Lemak

''Hasil pengujian asap cair kayu dan bambu terhadap kuman dari eksperimen yang dilakukan, cukup hanya dengan 1% sudah efektif,'' ujar Prof. Gustan Pari, peneliti P3HH, BLI, dalam rilis media, Sabtu (21/3/2020).

Dijelaskan Prof.Gustan, uji toksisitas asap cair kayu dan bambu sebagai disinfektan, dilakukan bersama Ratih Damayanti dan tim.

Riset ini menggunakan mikroorganisme bakteri yang terdapat pada telapak tangan dan udara di Laboratorium Mikrobiologi Hutan-Pusat Litbang Hutan, Bogor.

Hasilnya, asap cair kayu dan bambu dengan konsentrasi 1% memiliki kemampuan lebih baik dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme dibandingkan etanol (alkohol) 70%, yang selama ini sering dijadikan bahan dasar disinfektan.

''Asap cair yang diproduksi BLI layak dijadikan sebagai disinfektan terutama di tengah kelangkaan produk disinfektan di pasaran. Ini akan segera diproduksi massal untuk dibagikan ke lingkungan masyarakat yang membutuhkan,'' kata Prof. Gustan.

Penyemprotan disinfektan yang dilakukan di seluruh ruangan kerja BLI lingkup Gunung Batu ini merupakan respon BLI menindaklanjuti Surat Edaran Menteri LHK Siti Nurbaya tentang pencegahan penyebaran Covid-19.

Cegah Penyebaran Corona, Gereja Katolik Tiadakan Misa Peribadatan Mulai 21 Maret hingga 3 April 2020

Bupati Banyumas Akan Manfaatkan Ciu Sebagai Bahan Hand Sanitizer: Daripada Buat Mabuk-mabukan

Salah satu upaya pencegahan dengan melakukan penyemprotan disinfektan pada sarana prasarana gedung/kantor, menerapkan budaya hidup bersih, dan menjaga lingkungan sekitar.

(Tribunnews.com, Lusius Genik)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Desinfektan Bisa Dibuat dari Cuka Kayu dan Bambu, Diproduksi di Balai Penelitian KLHK

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved