Virus Corona

Kabar Baik! Ilmuwan Peraih Nobel Prediksi Wabah Corona Segera Berakhir, Ini Penjelasan dan Buktinya

Ilmuwan biofisika sekaligus peraih Nobel gunakan analisis perhitungan untuk memprediksi berakhirnya wabah virus corona. Terbukti akurat di negara ini.

Penulis: Isti Tri Prasetyo | Editor: Bobby Wiratama
China Daily via Reuters x Twitter @NobelPrize
Michael Levitt - Ilmuwan biofisika sekaligus peraih Nobel gunakan analisis perhitungan untuk memprediksi berakhirnya wabah virus corona. Terbukti akurat di negara ini. 

Pada tingkat ini, kemungkinan terburuknya seluruh dunia seharusnya sudah terinfeksi dalam 90 hari, katanya.

Namun, dari hari ke hari tren tersebut berubah.

10 Persen Pasien Sembuh Corona di China Positif Lagi, Dokter Wuhan: Tapi Tidak Menulari yang Lainnya

Ketika Levitt mulai menganalisis data pada 1 Februari, Hubei memiliki 1.800 kasus baru setiap hari dan dalam enam hari jumlah ini mencapai 4.700.

“Dan kemudian, pada 7 Februari, jumlah kasus infeksi baru mulai menurun secara linear dan tidak berhenti. Seminggu kemudian, hal yang sama terjadi dengan jumlah kematian," kata Levitt.

Itu artinya, perubahan yang signifikan pada kurva ini menandai titik puncak.

"Perubahan dramatis pada kurva ini menandai titik tengah dan memungkinkan prediksi yang lebih baik tentang kapan pandemi akan berakhir. Berdasarkan itu, saya menyimpulkan bahwa situasi di seluruh Tiongkok akan membaik dalam dua minggu. Dan, memang, sekarang ada sangat sedikit kasus infeksi baru,” lanjutnya.

Kondisi Berangsur Pulih, Cina akan Cabut Lockdown di Wuhan Pada 8 April 2020

Pesan Levitt dalam sebuah broadcast itu dengan cepat membuat penasaran masyarakat China dan orang-orang yang ingin memastikan dia memang menulis informasi yang benar.

Kemudian, mereka pun mulai menghubungi Levitt untuk mengkonfirmasi prediksinya itu.

“Itulah bagaimana saya tahu saya perlu melanjutkan (analisis angka tersebut),” katanya.

Levitt mulai mengirimkan laporan berkala kepada teman-temannya di China, dan popularitas mereka menyebabkan wawancara di televisi China, misalnya pada CGTN yang setara dengan CNN.

Michael Levitt
Michael Levitt (China Daily via Reuters x Twitter @NobelPrize)

Berdasarkan berkurangnya jumlah kasus infeksi dan kematian, katanya, virus itu mungkin akan hilang dari China pada akhir Maret.

Levitt menghindari membuat prediksi ini secara global.

Di China, katanya, jumlah kasus infeksi baru akan segera mencapai angka nol.

Lalu Korea Selatan telah melewati titik puncak dan sudah dapat melihat ujung akhir wabah ini.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Palu
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved