Breaking News:

Virus Corona

Kabar Baik! Ilmuwan Peraih Nobel Prediksi Wabah Corona Segera Berakhir, Ini Penjelasan dan Buktinya

Ilmuwan biofisika sekaligus peraih Nobel gunakan analisis perhitungan untuk memprediksi berakhirnya wabah virus corona. Terbukti akurat di negara ini.

China Daily via Reuters x Twitter @NobelPrize
Michael Levitt - Ilmuwan biofisika sekaligus peraih Nobel gunakan analisis perhitungan untuk memprediksi berakhirnya wabah virus corona. Terbukti akurat di negara ini. 

Istrinya, Shoshan Brosh adalah seorang peneliti seni di China dan kurator untuk seni fotografer setempat, yang berarti pasangan ini harus membagi waktu mereka antara Amerika Serikat, Israel, dan China.

Saat kasus corona ini meledak, Brosh menulis kalimat penyemangat kepada teman-temannya di China.

"Ketika mereka menjawab kami, mereka menggambarkan betapa rumitnya situasi di sana (China), saya memutuskan untuk menelisik lebih dalam pada angka-angka (laporan kasus setiap harinya) dengan harapan bisa mendapatkan beberapa kesimpulan," jelas Levitt seperti dikutip dari Calcalistech yang terbit Jumat (13/3/2020).

“Tingkat infeksi virus di provinsi Hubei meningkat 30% setiap hari. Itu adalah statistik yang menakutkan. Saya bukan ahli influenza tetapi saya bisa menganalisis angka dan itu adalah pertumbuhan eksponensial," sambungnya.

Pada tingkat ini, kemungkinan terburuknya seluruh dunia seharusnya sudah terinfeksi dalam 90 hari, katanya.

Namun, dari hari ke hari tren tersebut berubah.

10 Persen Pasien Sembuh Corona di China Positif Lagi, Dokter Wuhan: Tapi Tidak Menulari yang Lainnya

Ketika Levitt mulai menganalisis data pada 1 Februari, Hubei memiliki 1.800 kasus baru setiap hari dan dalam enam hari jumlah ini mencapai 4.700.

“Dan kemudian, pada 7 Februari, jumlah kasus infeksi baru mulai menurun secara linear dan tidak berhenti. Seminggu kemudian, hal yang sama terjadi dengan jumlah kematian," kata Levitt.

Itu artinya, perubahan yang signifikan pada kurva ini menandai titik puncak.

"Perubahan dramatis pada kurva ini menandai titik tengah dan memungkinkan prediksi yang lebih baik tentang kapan pandemi akan berakhir. Berdasarkan itu, saya menyimpulkan bahwa situasi di seluruh Tiongkok akan membaik dalam dua minggu. Dan, memang, sekarang ada sangat sedikit kasus infeksi baru,” lanjutnya.

Kondisi Berangsur Pulih, Cina akan Cabut Lockdown di Wuhan Pada 8 April 2020

Halaman
1234
Penulis: Isti Tri Prasetyo
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved