Virus Corona

Studi Tunjukkan Virus Corona Bermutasi Lebih Lambat ketimbang Flu, Secercah Harapan untuk Covid-19?

Hal ini berarti, vaksin virus corona baru Covid-19 akan efektif dalam jangka waktu yang lebih lama, seperti vaksin campak.

Studi Tunjukkan Virus Corona Bermutasi Lebih Lambat ketimbang Flu, Secercah Harapan untuk Covid-19?
https://www.medscape.com/
ILUSTRASI virus corona. Virus corona baru Covid-19 disebut bermutasi lebih lambat daripada virus flu. Hal ini berarti, apabila sudah berhasil diformulasikan, vaksin virus corona baru Covid-19 akan efektif dalam jangka waktu yang lebih lama, seperti vaksin campak. 

TRIBUNPALU.COM - Semakin luasnya penyebaran wabah virus corona baru Covid-19 membuat para peneliti dan ilmuwan terus berpacu dengan waktu untuk menemukan vaksin dan obat.

Menurut data live update dari Johns Hopkins University per Jumat (27/3/2020), total jumlah kasus terkonfirmasi positif virus corona Covid-19 di seluruh dunia mencapai 532.692.

Dengan angka tertinggi secara global, yakni 85.991 kasus, dipegang oleh Amerika Serikat, melebihi kasus di China.

Sementara itu, tercatat 24.075 kasus kematian dan 122.672 orang dinyatakan sembuh.

Angka kematian tertinggi ada di Italia, yakni dengan jumlah 8.215 kasus.

Dalam bidang sains, semua jenis virus diketahui selalu bermutasi seiring berjalannya waktu, termasuk jenis virus corona baru Covid-19.

Seiring virus yang terus bereplikasi, selalu ada minute error alias kesalahan minor yang tercatat dalam kode genetiknya.

Untuk beberapa jenis virus, flu misalnya, ada error yang tercatat lebih cepat sepanjang waktu dan dapat mengubah perilaku virus alias bermutasi.

Sehingga, diperlukan vaksin baru untuk virus tersebut setiap tahunnya.

Namun, sejumlah pakar mengatakan, virus corona baru Covid-19 tampaknya bermutasi lebih lambat.

Halaman
1234
Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved