Breaking News:

Ketua Tim Riset Corona Unair Klaim Vaksin Penangkal Corona Segera Ditemukan, Ini Penjelasannya

Tim riset corona di Universitas Airlangga dikabarkan bakal menemukan obat untuk penyakit akibat wabah virus corona yang terjadi di bumi ini.

bgr.com
ILUSTRASI vaksin. 

"Waktu yang dibutuhkan tidak lebih 8 bulan sudah selesai pada uji preklinis, kemudian diteruskan oleh industri vaksin," kata dia.

Berikutnya, obat Anti-viral Covid dan viral pernafasan lainnya. 

Seperti yang dikabarkan sebelumnya, vaksin tersebut berbahan dasar dari empon-empon.

Dalam penelitian itu, agar kandungan empon-empon dapat ditemukan formulasinya, ia mendeteksi dengan menggunakan alat Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF).

"Selama ini jahe, kunyit, sereh, temulawak jadi bahan alami jamu yang diposisikan sebagai penyegeran tubuh bukan sebagai antiviral. Ini dikarenakan riset-risetnya tidak pernah ditingkatkan untuk mendapatkan obat antiviral," ucap dia

Pada tahap kedua, seperti anjuran WHO formulasi itu akan di uji coba kepada hewan.

Ia bercerita pada dua bulan lalu uji coba tersebut pernah dilakukan pada kelompok hewan berjenis musant (ferret).

Hewan-hewan itu disuntik virus yang menginfeksi pernafasan.

Setelah itu, selang 14 hari kemudian, hewan itu diberi vaksin itu.

"Riset sudah dilakukan, tinggal finalisasi. Mudah-mudahan saja dalam 2 minggu tidak ada masalah yang serius. Sehingga, vaksin ini bisa diharapkan sebagai obat antiviral saluran pernafasan," pungkas dia. (Tony Hermawan)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Penjelasan Profesor Chaerul Anwar Nidom terkait Klaim Unair Temukan Vaksin Corona

Editor: Imam Saputro
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved