Breaking News:

Terkini Internasional

Cerita Pasien 'Kelinci Percobaan' Vaksin Virus Corona Pertama: Saya Bersyukur atas Kesehatan Saya

Cerita Ian Haydon yang sukarela menjadi 'kelinci percobaan' uji vaksin Covid-19 yang dilakukan oleh National Institutes of Health (NIH) di Seattle.

Twitter @ichaydon
Cerita Ian Haydon yang sukarela menjadi 'kelinci percobaan' uji vaksin Covid-19 yang dilakukan oleh National Institutes of Health (NIH) di Seattle. 

Uji coba pertama tersebut didanai oleh National Institutes of Health. 

Modern Therapeutics, perusahaan bioteknologi yang berada di balik pembuatan vaksin mengatakan vaksin tersebut dibuat melalui proses yang tekah dicoba dan diuji. 

Dr John Treging, seorang ahli penyakit menular di Imperial College London Inggris mengatakan vaksin tersebut menggunakan teknologi yang sudah ada sebelumnya.

"Ini dibuat dengan standar yang sangat tinggi, menggunakan hal-hal yang kita tahu aman untuk digunakan pada orang-orang dan mereka yang terlibat dipantau sangat ketat," ujar dia.

Proses pembuatan vaksin dilakukan dalam waktu cepat. 

Tidak Dikenai Sanksi Keterlambatan, Pelaporan SPT Pajak Diperpanjang hingga 30 April 2020

Achmad Yurianto: Sudah Ada 2.300 Spesimen Virus Corona, Pemerintah Tambah 10.000 Kit

"Ya (pembuatan vaksin) ini sangat cepat, tetapi ini adalah perlombaan melawan virus, bukan melawan satu sama lain sebagai ilmuwan, dan itu dilakukan untuk kepentingan kemanusiaan," ujar dia. 

Seperti vaksin pada umumnya, vaksin ini dibuat dari virus yang dilemahkan atau dibunuh,  tetapi vaksi mRNA-1237 ini tidak dibuat dari virus Corona yang menyebabkan covid-19.

Seorang petugas kesehatan sedang melakukan test Covid-19 atau virus corona terhadap seorang pemain Persib Bandung, Victor Igbonefo.
Seorang petugas kesehatan sedang melakukan test Covid-19 atau virus corona terhadap seorang pemain Persib Bandung, Victor Igbonefo. (Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari)

Vaksin diharapkan bisa meningkatkan kekebalan tubuh sehingga tubuh mampu melawan infeksi virus Corona. 

Dalam percobaan ini, para sukarelawan diberi dosis berbeda.

Mereka masing-masing diberi dua suntikan vaksin dalam 28 hari terpisah di otot lengan atas. 

Jika proses uji coba awal ini berhasil, prosesnya masih membutuhkan waktu hingga 18 bulan sampai kemudian vaksin tersedia untuk umum. 

(TribunPalu.com/Isti Prasetya, Tribunnews.com/Daryono)

Penulis: Isti Tri Prasetyo
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved