Breaking News:

Virus Corona

Cerita Sopir Taksi di Jakarta di Tengah Pandemi Covid-19: Seharian Belum Tentu Dapat Penumpang

Ada profesi tertentu yang mengharuskan bekerja di luar di tengah aturan jaga jarak untuk menekan penyebaran virus corona Covid-19.

pexels.com/skitterphoto
ILUSTRASI taksi. 

TRIBUNPALU.COM - Provinsi DKI Jakarta merupakan salah satu provinsi dengan kasus virus corona Covid-19 tertinggi di Indonesia.

Hingga kini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih memberlakukan jaga jarak, bekerja dan belajar di rumah bagi warganya dalam menekan sebaran virus corona atau Covid-19.

Namun tidak semua warga, DKI Jakarta khususnya, yang bisa bekerja di rumah.

Ada profesi tertentu yang mengharuskan dia bekerja di luar. 

Tidak hanya dokter atau jurnalis, sopir taksi juga mau tidak mau tetap bekerja di luar rumah.  

Tanpa keluar rumah, barangkali kebutuhan anak dan istri mereka sehari-hari tak bisa tercukupi.

Di depan Mercure Hotel, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, sejumlah taksi Blue Bird terparkir.

Ada sopir yang tertidur di dalam mobil, ada yang membeli minuman hangat murah meriah yang dijajakan pedagang keliling.

Ada juga yang tengah berbincang dengan rekan-rekannya di tepi trotoar.

Di dekat tempat pool taksi itu, para sopir ojek dalam jaringan (daring) pun juga tengah menepikan motornya.

Mereka memilih berkumpul sembari sesekali melirik orderan masuk lewat ponselnya.

Kasus Virus Corona Covid-19 di Asia Tenggara Relatif Lebih Rendah, Suhu Tinggi Diduga Jadi Faktor

Dokter di Kalimantan Buka Konsultasi Online setelah Unggahannya Viral, Ada Ribuan DM yang Masuk

Halaman
1234
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved