Virus Corona

Corona Makin Mewabah, Inggris dan Australia Desak Warganya untuk Segera Tinggalkan Indonesia

Inggris dan Australia meminta warganya segera meninggalkan Indonesia sebelum penerbangan internasional ditangguhkan.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
ILUSTRASI virus corona COVID-19. 

TRIBUNPALU.COM - Wabah virus corona atau covid-19 semakin berkembang di Indonesia.

Bahkan hingga hari ini Rabu (1/4/2020) sudah ada 1.677 kasus pasien positif corona di Indonesia.

Oleh karena itu Inggris dan Australia meminta warganya segera meninggalkan Indonesia sebelum penerbangan internasional ditangguhkan.

Melalui edaran travel advice yang dirilis dalam laman resmi pemerintah Inggris atau gov.uk disebutkan negara mana saja dapat tiba-tiba melakukan penangguhan penerbangan internasional.

Pemerintah Inggris mengimbau, warga negaranya segera meninggalkan Indonesia melalui rute komersial yang masih tersedia.

Bahkan, Kedutaan Besar Inggris di Indonesia mengumumkan di akun resmi twitternya terkait ketersediaan penerbangan komersil milik maskapai Belanda rute Bali-Inggris melalui Amsterdam.

Update Corona di Sulteng Rabu(1/4/2020):5 Wilayah Ada Penambahan Kasus Baru,Kini Total 121 Kasus ODP

"Untuk warga Inggris di Bali dapat memilih opsi penerbangan KLM," unggah Kedubes Inggris.

Sementara itu, Kedubes Australia juga meminta warga negaranya segera pulang, sebelum maskapai internasional benar-benar penghentian penerbangan karena ancaman virus corona.

Pemerintah Australia menegaskan, sampai saat ini belum ada rencana untuk melakukan penjemputan bagi warga negaranya di luar negeri.

"Jika sedang di Bali, Indonesia ini waktu yang tepat untuk pulang ke Australia. Penerbangan komersial masih tersedia, ambil satu. Jika memilih menetap, maka dipastikan tidak dapat pulang berbulan-bulan ke Australia" tulis travel advice Kedubes Australia dalam laman Instagramnya.

Halaman
1234
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved