Breaking News:

Kisah Pilu Keluarga Pasien Positif Corona, Ancam Bakar Rumah karena Tak Kuat Diteror Tetangga

Cerita pilu keluarga pasien positif terinfeksi virus corona di Bandar Lampung.

Shutterstock
Virus Corona 

TRIBUNPALU.COM - Saat ini dimasyarakat seolah muncul stigma bahwa bahwa terjangkit virus corona adalah aib.

Stigma ini akhirnya membuat keluarga pasien merasa dikucilkan dan dipandang sebelah mata.

Hal ini dirasakan oleh salah satu keluarga pasien positif di Bandar Lampung.

Bahkan ia sampai mengancam hendak membakar rumahnya sendiri lantaran diteror oleh para tetangga.

Cerita mengenaskan ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Lampung, Reihana.

Teror yang diterima keluarga pasien positif corona itu antara lain, dilarang keluar rumah meski itu membeli kebutuhan hidup saat isolasi mandiri, hingga dikucilkan.

Saking kesalnya menerima perlakuan dari tetangga, keluarga pasien positif corona ini pun marah.

“Katanya, kenapa kamu orang larang saya keluar, nanti saya bakar sekalian rumah ini,” kata Reihana menirukan istri pasien positif corona tersebut.

Kapolsek Gelar Resepsi Pernikahan di Tengah Wabah Corona, Tamu Undangan Ungkap Suasana Acara

Virus Corona Mewabah, Perilisan Film Minions: The Rise of Gru Diundur ke Pertengahan 2021

Kebijakan tidak buka data pribadi pasien positif corona

Menurut Reihana, berkaca dari peristiwa tersebut, pihaknya sangat berhati-hati untuk tidak mengungkap data pribadi, by name by address pasien positif corona.

Pun begitu dengan orang-orang yang di-tracing.

“Itu peristiwa yang benar-benar terjadi di lapangan. Jadi, kami berhati-hati mengeluarkan data by name by address, bukan karena kami mau meng-keepnama pasien tersebut. Covid-19 bukan aib, masih bisa disembuhkan,” kata Reihana.

Begitu juga dengan pemakaman pasien positif yang meninggal dunia. Reihana mengatakan, ada ketakutan di masyarakat akibat kurangnya edukasi dan pemahaman.

Diketahui, pemakanan pasien positif 02 Lampung sempat ditolak warga di dua lokasi sebelum akhirnya dimakamkan di lahan milik Pemprov Lampung, Selasa (31/3/2020).

Akibat penolakan tersebut, jenazah baru bisa dikebumikan dua hari setelah meninggal dunia pada Senin (30/3/2020) pukul 00.30 WIB.

Pria di India Ini Pura-pura Meninggal untuk Hindari Lockdown, Begini Nasibnya Saat Ini

SOP pemulasaran jenazah pasien positif Covid-19

Menurut Reihana, pemulasaran jenazah pasien positif Covid-19 sudah memiliki SOP sendiri.

Pertama, setelah jenazah dimandikan, jenazah disemprot cairan disinfektan.

Penyemprotan cairan disinfektan ini kemudian diulangi setelah jenazah dikafankan.

“Jika mau dikafankan lagi dua lapis, disemprot lagi dengan cairan disinfektan,” kata Reihana.

Lalu jenazah dimasukkan ke dalam kantung plastik dan ditutup rapat. Setelah itu disemprot lagi dengan cairan disinfektan.

“Baru dimasukkan ke dalam peti. Petinya juga disemprot dengan disinfektan lalu disegel, tidak boleh dibuka lagi. Insya Allah, sudah aman,” kata Reihana.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Keluarga Pasien Positif Corona Diteror Tetangga: Saking Kesalnya Ancam Bakar Rumah Sendiri", 
Penulis : Kontributor Lampung, Tri Purna Jaya
Editor : Aprillia Ika

Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved