Breaking News:

Pelaksanaan Haji Tahun 2020 Masih Belum Pasti, Ini Penjelasan Pemerintah Arab Saudi

Dampak meluasnya wabah virus corona Covid-19 telah mempengaruhi berbagai sektor di dunia, tak terkecuali dengan pelaksanaan haji 2020.

Kompas.com
ILUSTRASI Jemaah Haji. 

TRIBUNPALU.COM - Dampak meluasnya wabah virus corona Covid-19 telah mempengaruhi berbagai sektor di dunia, tak terkecuali dengan pelaksanaan haji 2020.

Virus corona telah mewabah di hampir seluruh penjuru dunia.

Mulai dari China, Amerika Serikat, Arab Saudi, hingga Indonesia.

Seperti yang diketahui, mewabahnya virus yang menjadi pandemi global ini membuat banyak kegiatan menjadi terhambat.

Hal ini dikarenakan virus corona sangat mudah menular.

Sehingga berbagai pemerintahan di dunia menerapkan karantina wilayah.

Tak terkecuali dengan pemerintahan Arab Saudi.

Penggunaan Masker Non-Medis saat Pandemi Virus Corona, Apa Kata Ahli Kesehatan Dunia?

Menkumham Yasonna Laoly Wacanakan Pembebasan Napi Koruptor untuk Cegah Penyebaran Corona di Penjara

Mewabahnya virus ini membuat pemerintah Arab Saudi harus menunda kegiatan umrah sejak awal bulan Maret lalu.

Penundaan umrah itu berlangsung selama sepanjang tahun.

Dilansir dari Aljazeera.com dan kontan.co.id, hal itu dilakukan demi mencegah virus corona merebak ke Kota suci bagi umat islam yaitu Mekkah dan Madinah.

Keputusan yang diambil oleh pemerintah Arab Saudi ini merupakan keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, juga membuat ketidakpastian pelaksanaan ibadah haji.

Untuk ibadah haji di tahun 2020 ini, pemerintah Arab Saudi menunggu sampai ada kejelasan.

Kejelasan yang dimaksud adalah dari pandemi corona yang diharapkan segera berakhir.

PBNU Ingatkan Masyarakat Agar Jangan Menolak Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19



Ka'bah saat belum ada virus corona
Ka'bah saat belum ada virus corona (Tribun Batam)

Meski demikian, ibadah haji ini merupakan sumber pendapatan yang cukup besar bagi kerajaan Arab Saudi.

"Arab Saudi sepenuhnya siap untuk melayani peziarah haji dan umrah," kata Mohammed Saleh kepada televisi Al-Ekhbariya yang dikelola pemerintah Arab Saudi.

"Tetapi di bawah keadaan saat ini, ketika kita berbicara tentang pandemi global ... Kerajaan Saudi lebih fokus untuk melindungi kesehatan umat Muslim dan warga negara dan oleh karena itu kami telah meminta saudara kami umat muslim di semua negara untuk menunggu sebelum melakukan kontrak haji hingga situasinya jelas," tegasnya.

Menurut Mohammed Saleh, kerajaan Arab Saudi lebih mementingkan kesehatan dari umat muslim.

Sehingga para calon peserta haji diharapkan untuk menunggu hingga situasi akibat pandemi corona ini jelas.

Kekhawatiran Fairuz A Rafiq saat Tahu Sang Kakak Praktik di RS Rujukan Virus Corona Covid-19

Imbas Pandemi Covid-19, UEFA Resmi Tunda Semua Pertandingan Internasional



Suasana Kakbah yang terlihat sepi
Suasana Kakbah yang terlihat sepi (Tribunnews Screen capture/Istimewa)

Deretan Video & Foto Kabah di Masjidil Haram Sepi, Pemerintah Arab Saudi Lakukan Sterilisasi

Area sekitar tempat ibadah suci umat Muslim, Kakbah, terlihat kosong.

Tempat untuk melakukan Tawaf (Mataf) bagi yang sedang beribadah haji maupun umrah tersebut dikosongkan karena sedang dilakukan sterilisasi otorisasi setempat.

Dikutip Tribunnews.com dari Saudi Gazette, kekhawatiran virus corona membuat otoritas kesehatan setempat mengosongkan dan membersihkan kawasan sekitar Kabah.

Pengosongan tersebut dilakukan pada hari Kamis, (5/3/2020) waktu setempat.

Hingga saat ini, pemerintah Arab Saudi telah melakukan penangguhan pada tempat ziarah ke kota-kota suci di Mekah dan Madinah untuk warga asing.

Hal tersebut dilakukan untuk menekan penyebaran virus corona.

Otoritas Setempat Menutup Mataf, Masa, dan Al-Rawdah

Dikutip dari Sudi Gazette, Mataf (tempat untuk mengelilingi Kakbah) dan Masa (area untuk sa'i antara Safa dan marwah) di Masjidil Haram, Mekah akan ditutup selama periode penangguhan Umrah.

Dikarenakan tempat tersebut ditutup, maka untuk menjalankan ibadah, otoritas setempat mengumumkan untuk melakukan ibadah hanya diizinkan di dalam Masjidil Haram saja.

Masjid lama, termasuk Al-Rawda Al- Sharif di dalam Masjid Nabawi di Madinah juga akan ditutup selama periode penangguhan umrah dan pengunjung masjid.

Pemakaman Baqi yang bersebelahan dengan Masjid Nabawi juga akan ditutup untuk pengunjung.

Juru bicara mengatakan bahwa dua Masjid Suci tersebut akan ditutup satu jam setelah salat Isya dan akan dibuka kembali satu jam sebelum salat Subuh.

Penutupan tersebut merupakan tindakan atas rekomendasi otoritas setempat untuk menekan penyebaran virus corona.

Tak hanya itu, penutupan tersebut juga menjadi bagian dari menjaga kebersihan dan mengintensifkan pekerjaan strerilisasi dua Masjid Suci untuk mencegah penyebaran virus.

Keputusan penangguhan umrah sementara juga berlaku bagi seluruh penduduk Mekah.

Otoritas setempat juga tidak mengizinkan siapapun yang memakai pakaian ihram untuk memasuki Masjidil Haram dan halamannya.

Tak hanya itu, larangan untuk i'tikaf (berdiam diri untuk beribadah di dalam masjid), membawa makanan dan minuman di dalam masjid.

Pengisian wadah air Zamzam untuk para peziarah pun akan dihentikan sementara.

Berikut ini foto area sekitar Kakbah yang sedang dikosongkan untuk dilakukan sterilisasi:

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Kepastian Ibadah Haji 2020 di Tengah Wabah Corona, Begini Penjelasan dari Pemerintah Arab Saudi

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved