Mudik Berisiko Membuat Indonesia Masuk Lima Besar Negara dengan Kasus Covid-19 Tertinggi di Dunia

Denny JA menyebutkan, jika mudik tidak dilarang, Indonesia berpotensi melompat lima besar negara paling terpapar Covid-19.

TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
ILUSTRASI mudik. Denny JA menyebutkan, jika mudik tidak dilarang, Indonesia berpotensi melompat lima besar negara paling terpapar Covid-19. 

TRIBUNPALU.COM - Menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri di mana mudik menjadi tradisi, Pemerintah pusat maupun daerah terus berupaya melakukan pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

Namun, mudik menjadi sorotan penting terkait penanganan virus corona Covid-19 di Indonesia.

Denny JA menyebutkan, jika mudik tidak dilarang, Indonesia berpotensi melompat lima besar negara paling terpapar Covid-19.

Data yang dihimpun, ada lima negara yang paling terpapar Covid-19 sebagai berikut, Amerika Serikat menduduki peringkat pertama dengan angka 245.380 kasus, Spanyol 117.710 kasus, Italia 115.242 kasus, Jerman 85.263 kasus, dan China 81.620 kasus.

"Tapi jika Presiden RI tak melarang dengan keras mudik lebaran, besar kemungkinan Indonesia segera melejit masuk ke dalam lima besar negara yang paling terpapar Covid-19," tandas Denny JA.

Denny memberikan hitung-hitungannya sangat sederhana.

Tahun lalu, dari wilayah Jabotabek saja, jumlah yang masuk mencapai angka 14,9 juta penduduk.

Angka tersebut membengkak jika ditambah penduduk kota besar lain.

Denny melanjutkan, katakanlah kita tetap asumsikan mudik tahun 2020 di angka 14,9 juta untuk seluruh Indonesia.

Di kampung halaman, mereka akan berinteraksi dalam kultur komunal.

Halaman
1234
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved