Breaking News:

Soal Pencegahan Virus Corona, Jusuf Kalla: Seharusnya Pemerintah Pusat lebih Cepat ketimbang Pemda

Menanggapi Covid-19, mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menilai, pemerintah pusat seharusnya lebih cepat ambil tindakan dibanding pemerintah daerah.

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla. Menanggapi Covid-19, mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menilai, pemerintah pusat seharusnya lebih cepat ambil tindakan dibanding pemerintah daerah. 

TRIBUNPALU.COM - Pemerintah RI saat ini sedang berupaya melakukan pencegahan penyebaran wabah virus corona Covid-19.

Namun, langkah dan tindakan yang diambil pemerintah pusat dinilai cenderung lebih lambat daripada pemerintah daerah.

Menurut mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), pemerintah pusat seharusnya dapat lebih cepat mengambil tindakan dibanding pemerintah daerah (pemda) dalam mencegah penyebaran Covid-19.

"Tentu bukan hal yang biasa (daerah bertindak lebih cepat), tapi karena itu kalau dianggap daerah lebih cepat, maka seharusnya pusat bisa lebih cepat lagi," ujar Kalla dalam wawancara yang ditayangkan Kompas TV, Kamis (2/4/2020).

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla saat mengunjungi kantor redaksi Kompas di Menara Kompas, Jakarta, Senin (21/10/2019).
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla saat mengunjungi kantor redaksi Kompas di Menara Kompas, Jakarta, Senin (21/10/2019). (KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

Namun demikian, Kalla berpandangan pemda memang lebih mengetahui permasalahan yang dihadapi daerahnya.

Faktor tersebut juga yang menjadi alasan pemda bertindak lebih cepat ketimbang pemerintah pusat.

Jusuf Kalla meyakini apa yang dilakukan pemda juga telah sesuai aturan dan prosedur yang panjang.

Menurutnya, hal itulah yang terkesan saat ini terjadi perbedaan tindakan antara pemerintah pusat dengan pemda.

"Tapi itu juga akibat otonomi daerah, justru apabila tidak bertindak ketika melihat penyebaran yang semakin meluas, ya salah dan disalahkan nanti. Itu yang terjadi sebenarnya," kata Kalla.

Gara-gara Virus Corona, Film Black Widow Resmi Mundur 6 Bulan, Rilis 6 November Mendatang

Bambang Widjojanto Kritisi Wacana Pembebasan Koruptor: Pertanyannya, Siapa Lawan, Siapa Kawan

Najwa Shihab Emosi Dengar Wacana Yasonna Laoly Bebaskan Koruptor saat Wabah Corona: Nanti Dulu!

Dalam penanganan penyebaran virus corona, sejumlah daerah mengambil keputusan untuk melakukan karantina terbatas.

Halaman
123
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved