Pemudik di Solo Marah-marah Saat akan Didata, Wali Kota Murka: Petugas Jangan Dibentak-bentak

Seorang emak yang sempat marah-marah kepada petugas Covid-19 saat dilakukan pendataan di rumahnya di Kota Solo akhirnya minta maaf.

Theresia Felisiani
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo. 

TRIBUNPALU.COM - Pemerintah Kota Solo telah menerapkan peraturan bagi siapa pun pemudik yang datang ke wilayahnya untuk di data dan melakukan isolasi diri selama 14 hari.

Hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Namun seorang ibu justru marah-marah kepada petugas saat akan dilakukan pendataan di rumahnya di Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Kota Solo.

Kejadian marah-marah emak yang baru datang dari kawasan merah Jakarta tersebut terekam dalam video sehingga sejumlah petugas hanya menunduk pada, Minggu (5/4/2020).

"Masalah sudah selesai, hanya kesalahpahaman, hari ini beliau sudah menyatakan permintaan maaf, hanya kesalahpahaman saja, protapnya sudah dilalui," jelas Prasetyo kepada TribunSolo.com.

"Mereka sebetulnya sudah melakukan skrinning kesehatan, cuma mungkin karena kesalahpahaman," kata dia.

PM Inggris Boris Johnson Dibawa ke Rumah Sakit karena Terus Alami Gejala Pasca Didiagnosis COVID-19

Maria Ozawa Beri Pesan Khusus Rakyat Indonesia di Tengah Wabah Corona, Mbah Mijan: Makasih Sayang

"Ketika kita datang, mereka juga merasa terganggu dengan aturan protap yang sudah ditentukan," tambahnya.

Proses mediasi telah dilakukan antara keluarga pemudik, pihak Kelurahan Sondakan, dan tim pendataan di Kantor Kelurahan Sondakan.

"Kita mediasi antara warga, Babinsa, Bhabinkamtibnas, Lurah, Danton Linmas, ada pak RT, pak RW, dan dari pemuda, intinya mengklarifikasi kejadian kemarin," jelas Prasetyo.

"Yang bersangkutan meminta maaf pada warga sekitar dan tim dari kelurahan," imbuhnya.

Halaman
1234
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved