Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Jangan Mudik, Pemerintah Geser Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 26-29 Mei jadi 28-31 Desember 2020

Jangan mudik dulu, pemerintah resmi geser cuti bersama Hari Raya Idul Fitri dari 26-29 Mei menjadi 28-31 Desember 2020. Ada juga tambahan revisi lain.

Penulis: Isti Tri Prasetyo | Editor: Bobby Wiratama
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Ilustrasi mudik - Jangan mudik dulu, pemerintah resmi geser cuti bersama Hari Raya Idul Fitri dari 26-29 Mei menjadi 28-31 Desember 2020. Ada juga tambahan revisi lain. 

TRIBUNPALU.COM - Akibat wabah Covid-19 yang masih terus terjadi di Indonesia.

Pemerintah telah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melaksanakan mudik Lebaran ke kampung halaman pada saat Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Pasalnya, bencana wabah ini belum dapat dipastikan akan mereda di Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah telah melakukan revisi cuti bersama untuk Hari Raya Idul Fitri tahun 2020.

Semula pemerintah menetapkan cuti bersama untuk Hari Raya Idul Fitri pada 26-29 Mei 2020.

Kini cuti bersama Hari Raya Idul Fitri digeser ke akhir tahun menjadi 28-31 Desember 2020.

Bolehkah Mudik Lebaran saat Pandemi Corona? Ini Jawaban Luhut Binsar Pandjaitan

Menko PMK Muhadjir Effendy menjadi Keynote Speaker pada acara Sosialisasi Sustainable Development Goals (SDGs) dan Rapat Koordinasi Teknis Sensus Penduduk Tahun 2020 di Hotel Harris Vertu, Jakarta, Selasa (26/11/2019)
Menko PMK Muhadjir Effendy menjadi Keynote Speaker pada acara Sosialisasi Sustainable Development Goals (SDGs) dan Rapat Koordinasi Teknis Sensus Penduduk Tahun 2020 di Hotel Harris Vertu, Jakarta, Selasa (26/11/2019) (Humas Kemenko PMK)

Keputusan ini diambil setelah Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RTM) yang dipimpin Menko PMK, Muhadjir Effendy.

"Kebijakan ini menindaklanjuti arahan Presiden dalam Ratas Antisipasi Mudik Lebaran pada tanggal 2 April 2020 terkait Himbauan Tidak Mudik dan Penggantian Libur Lebaran tahun 2020," ujar Muhadjir Effendy melalui keterangan tertulis, Kamis (9/4/2020).

Berdasarkan kesepakatan rapat, beberapa perubahan cuti bersama adalah sebagai berikut:

  1. Libur Hari Raya Idul Fitri tetap pada tanggal 24-25 Mei 2020.
  2. Tambahan Cuti Bersama Maulid Nabi Muhammad SAW tanggal 28 Oktober 2020.
  3. Tambahan Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri semula sejak tanggal 26-29 Mei 2020, dicabut dan digeser ke akhir tahun pada tanggal 28-31 Desember 2020.

Pemerintah Tambah 4 Hari Cuti Bersama, Ini Jadwal Hari Libur Nasional 2020: Ada 9 Kali Long Weekend

Kebijakan ini termasuk mengubah Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 174 Tahun 2020, Nomor 01 Tahun 2020 dan Nomor 01 Tahun 2020.

Perubahan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama ini dituangkan kembali dalam Revisi SKB 3 Menteri Nomor 391 Tahun 2020, Nomor 02 Tahun 2020 dan Nomor 02 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 728 Tahun 2019, Nomor 213 Tahun 2019, Nomor 01 Tahun 2019 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020.

Rapat Tingkat Menteri dilakukan melalui Video Conference diikuti oleh Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Menpan RB Tjahjo Kumolo, Menaker Ida Fauziyah, Menag Fachrur Razi, Menparekraf Wisnutama, Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo, Kapolri Idham Aziz dan perwakilan K/L terkait lainnya.

Potret Presiden Joko Widodo
Potret Presiden Joko Widodo (Instagram.com/jokowi/)

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta adanya pertimbangan penggantian hari libur nasional, agar masyarakat bisa melakukan mudik di Lebaran 2020 mendatang.

Pertimbangan dari Jokowi tersebut untuk membuat masyarakat tak khawatir sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Sebab, puncak penyebaran virus corona ini diprediksi akan terjadi saat arus mudik Lebaran.

"Untuk mudik, ini dalam rangka menenangkan masyarakat, mungkin mengganti hari libur nasional di lain hari untuk Hari Raya, mungkin bisa dibicarakan," ujar Jokowi, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (2/4/2020).

Sudah Ada 2.491 Kasus Positif Covid-19, Pemerintah Kembali Imbau Masyarakat untuk Tidak Mudik

Jokowi juga menyiapkan fasilitas untuk para pemudik di hari pengganti.

"Kedua, memberikan fasilitas arus mudik bagi masyarakat pada hari pengganti tersebut," jelasnya.

Selain fasilitas, menggratiskan tempat wisata juga menjadi pertimbangannya agar masyarakat tenang.

"Kemudian bisa di lain hari, juga bisa menggratiskan tempat-tempat wisata yang dimiliki oleh daerah," tambahnya.

"Saya kira kalau skenario-skenario tersebut dilakukan, kita bisa memberikan sedikit ketenangan kepada masyarakat," jelas Jokowi.

Mudik Berisiko Membuat Indonesia Masuk Lima Besar Negara dengan Kasus Covid-19 Tertinggi di Dunia

Warga Mudik Dini

Jokowi menyampaikan, arus mudik yang lebih dini bukan didorong oleh faktor budaya, melainkan berkurangnya sumber pendapatan warga.

Mengingat, penghasilan pekerja informal menurun drastis di tengah kebijakan tanggap darurat.

Jaring pengaman sosial merupakan kebijakan pemerintah yang harus segera diselesaikan.

Sehingga, antisipasi pembatasan pergerakan orang, dan menjaga jarak aman akan lebih didisiplinkan.

“Ini sesuai dengan protokol kesehatan dengan kedisiplinan yang kuat,"

"Saya kira akan memberikan pengaruh yang besar terhadap jumlah yang positif Covid-19,” jelasnya.

Pengawasan dan pengendalian harus dilakukan di tingkat daerah, terutama di level kelurahan atau desa.

Melalui pemantauan dan laporan yang diterima, Jokowi mulai melihat adanya pergerakan dan kesadaran warga di tingkat tersebut untuk turut berupaya mencegah penyebaran corona yang semakin luas di wilayah mereka.

“Saya ingin mendorong agar ada partisipasi di tingkat komunitas, baik itu RW maupun RT."

"Sehingga pemudik yang pulang dari Jabodetabek bisa diberlakukan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) sehingga harus menjalankan isolasi mandiri,” imbuh Jokowi.

(TribunPalu.com/Tribunnews.com)

Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved