Lapas Tuminting Manado Rusuh Sabtu Malam, 1 Napi Meninggal karena Syok

Satu narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A, Tuminting, Manado, Sulawesi Utara, meninggal pascarusuh pada Sabtu (11/4/2020) lalu.

(KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEY)
Kerusuhan yang dilakukan narapidana menyebabkan Lapas Tuminting Manado terbakar pada Sabtu (11/4/2020). 

TRIBUNPALU.COM -  Satu narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A, Tuminting, Manado, Sulawesi Utara, meninggal pascarusuh pada Sabtu (11/4/2020) lalu.

Sedangkan satu narapidana lain kena tembak dengan peluru karet.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulut Edy Wardoyo mengatakan, setelah dikonfirmasi ke rumah sakit, satu narapidana yang meninggal bukan karena terjangkit virus corona atau Covid-19.

Ia menambahkan, narapidana tersebut juga ada gejala sakit sesak napas.

"Hasil otopsinya sementara begitu, tapi nantinya secara resmi akan keluar selama 14 hari hasilnya," sebut Edy.

Narapidana tersebut kini telah dimakamkan di daerah Teling Atas, Manado, oleh Persekutuan Gereja Katolik.

Edy juga menjelaskan, menurut informasi dari Konsulat Jenderal (Konjen) Filipina di Manado, narapidana ini bukan warga negara Filipina.

"Tapi, warga negara Indonesia, yang berasal dari Sangihe," sebutnya.

Edy mengaku, memang yang bersangkutan tidak memiliki dokumen warga negara asing.

"Legal standing tidak ada sama sekali. Dia tidak bisa bahas Filipina. Kalau bahasa Indonesia dia fasih," ungkapnya.

Pihak Kanwil Kemenkumham Sulut menyebutkan, pada saat di kejaksaan, narapidana yang meninggal itu dinyatakan orang asing.

Halaman
12
Editor: Imam Saputro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved