Breaking News:

Virus Corona

Dilema Pekerja Terinfeksi Covid-19 di Pabrik Olahan Daging Babi, Media Ikut Desak Penutupan Produksi

Pabrik olahan daging babi, Smithfield di AS, jadi klaster terbesar penyebaran Covid-19 karena enggan hentikan produksi meski ditemukan kasus positif.

Free Digital Photos
Ilustrasi pabrik olahan daging - Ini kisah pekerja yang terinfeksi Covid-19 pabrik olahan daging babi, Smithfield di AS, jadi klaster terbesar penyebaran Covid-19 karena enggan hentikan produksi meski ditemukan kasus positif. Media ikut desak penutupan produksi. 

TRIBUNPALU.COM - Jika pasar hewan liar atau Pasar Huanan di Kota Wuhan disebut-sebut sebagai pusat penyebaran SARS-CoV-2 di China, maka lain halnya dengan episentrum terbesar di Amerika Serikat.

Pasar Huanan dituding menjadi biang keladi lantaran menjual berbagai hewan liar untuk dikonsumsi sebagai kuliner mahal.

Akibatnya muncul penyakit zoonosis, yakni penularan dari hewan ke manusia.

Sementara, sebuah pabrik pengolahan daging babi di South Dakota, Amerika Serikat diduga menjadi episentrum penyebaran Covid-19 lantaran kejamnya aturan kerja di pabrik itu.

Kali ini bukan lantaran penularan zoonosis, tetapi karena aturan pabrik yang tak mau menghentikan produksi meski telah terbukti ada karyawannya yang positif.

Ratusan Ahli Desak WHO Tutup Pasar Satwa Liar: tak Lagi Murah, Hewan Liar malah Jadi Kuliner Mewah

Setelah mengetahui karyawannya tertular dan meninggal dunia karena virus corona, rupanya pabrik produsen daging olahan terbesar di dunia itu tak memberikan alat dan prosedur keselamatan untuk para pekerjanya.

Alhasil, pabrik bernama Smithfield Foods tersebut menjadi klaster terbesar penularan virus corona di Amerika Serikat.

Kisah kekejaman pabrik Smithfield Foods diceritakan secara gamblang oleh perempuan (dengan nama samaran) Julia di pertengahan Maret.

Kepada BBC, Julia yang merupakan anak dari pekerja di pabrik Smithfield Foods itu mengungkapkan ingin membongkar isu itu melalui media sosial Facebook.

Ia memberanikan diri mengirimkan pesan kepada surat kabar lokal, Argus Leader untuk menyelidiki pabrik yang terletak di Kota Sioux Falls.

Halaman
1234
Penulis: Isti Tri Prasetyo
Editor: Bobby Wiratama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved