Breaking News:

Ramadan 2020

Bagaimana Hukum Meninggalkan Puasa Ramadan Bagi Ibu Hamil dan Menyusui? Begini Penjelasannya

Berikut penjelasan soal hukum meninggalkan puasa Ramadan bagi ibu menyusui dan ibu hamil.

liberationnews.org
Ilustrasi wanita hamil. 

TRIBUNPALU.COM - Hukum meninggalkan puasa Ramadan bagi ibu hamil dan menyusui kerap menjadi pertanyaan sejumlah pihak.

Pasalnya, banyak yang beranggapan kalau ibu menyusui dipaksakan Puasa Ramadan, ASI akan kering.

Atau jika ibu hamil dipaksakan Puasa Ramadan, akan mengganggu kondisi janin.

Mimpi Basah di Siang Hari saat Puasa Ramadan, Apakah Puasanya Batal? Ini Penjelasannya

Jelang Ramadan, Simak Deretan Aplikasi Android Penunjang Ibadah yang Bisa Didownload

Menurut segi kesehatan dan medis yang dikutip TribunnewsBogor.com dari Nakita (grup Kompas Network), ibu hamil melaksanakan Puasa Ramadhan itu tergolong aman.

Asalkan, ibu hamil tersebut tak memiliki komplikasi selama kehamilan, memiliki berat badan normal, menjalani gaya hidup sehat dan mendapatkan nutrisi yang cukup.

Namun ahli kesehatan menganjurkan ibu hamil tidak puasa terlebih dahulu di usia kandungan trimester pertama.

Hal tersebut karena di trimester pertama ini, organ janin masih berkembang dan burtuh asupan banyak dari sang mama.

Berpuasa di trimester kedua bagi ibu hamil justru akan semakin mudah.

ilustrasi hamil
ilustrasi hamil (shutterstock)

Karena pada trimester kedua ini, gangguan seperti morning sickness, muntah-muntah sudah berkurang.

Akan tetapi, untuk lebih baiknya, ibu hamil tetap harus konsultasikan terlebih dahulu ke dokter jika ingin Puasa Ramadhan.

Halaman
1234
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved