Breaking News:

Menentang Saran Trump Soal Klorokuin Jadi Obat Covid-19, Pakar Vaksin AS Didepak dari Pekerjaannya

Pakar vaksin AS Dr Rick Bright mengatakan, ia dikeluarkan dari pekerjaannya karena menentang penggunaan klorokuin sebagai obat Covid-19.

givingcompass.org
ILUSTRASI obat. 

TRIBUNPALU.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyarankan penggunaan klorokuin sebagai obat Covid-19.

Namun rupanya saran tersebut ditantang oleh Pakar vaksin Amerika Serikat (AS) Dr Rick Bright.

Akibat hal itu, Dr Rick Bright dikeluarkan dari pekerjaannya.

Dr Rick Bright selaku kepala badan AS yang bertanggung jawab mengembangkan vaksin corona dilepas dari jabatannya, sebagai direktur Badan Penelitian dan Pengembangan Biomedis Lanjutan (BARDA).

Dilansir dari AFP Kamis (23/4/2020), Bright dipindahkan ke posisi yang lebih rendah di National Institutes of Health.

Update Corona di Indonesia Kamis, 23 April 2020: Total 7.775 Kasus Positif, 960 Pasien Telah Sembuh

Perjuangan Lawan Covid-19 Belum Selesai, WHO: Virus Ini Akan Bersama Kita untuk Waktu yang Lama

"Saya percaya pemindahan ini sebagai tanggapan atas desakan saya bahwa pemerintah menginvestasikan miliaran dollar yang dialokasikan oleh Kongres untuk mengatasi pandemi Covid-19 ke dalam solusi yang aman dan diselidiki secara ilmiah, dan bukan dalam obat-obatan, vaksin, dan teknologi lain yang tidak memiliki keunggulan ilmiah," katanya dalam sebuah pernyataan kepada media AS.

Lebih lanjut ia mengatakan, langkah ini adalah tanggapan langsung terhadap penolakannya pada "arahan sesat" untuk mendukung penggunaan obat malaria klorokuin dan hidroksiklorokuin guna mengobati Covid-19.

Menurutnya, obat malaria itu "dianjurkan oleh pemerintah sebagai obat mujarab" tetapi "jelas tidak memiliki manfaat ilmiah" sebagai obat Covid-19.

Syarat Pasien Sembuh Covid-19 Bisa Mendonorkan Plasma Darahnya, Sudah Jalani Tes PCR Dua Kali

Bantu Pengembangan Vaksin Covid-19, Tom Hanks dan Rita Wilson Berencana Donasikan Darah Mereka

"Sementara saya bersiap melihat semua pilihan dan berpikir di luar cara biasa untuk perawatan yang efektif, saya benar-benar menolak upaya untuk memberikan obat yang tidak terbukti atas permintaan kepada masyarakat Amerika," tegasnya.

Sejak pertengahan Maret, Trump dengan dukungan Fox News menyerukan pemakaian klorokuin sebagai obat Covid-19, dengan sedikit bukti dari penelitian tentang keamanan dan efektivitasnya.

Meski penasihat sainsnya sendiri menyarankan penelitian lebih lanjut diperlukan, Trump berulang kali mendorong penggunaan obat itu, mengklaim bahwa itu bisa menjadi "hadiah dari Tuhan" untuk melawan pandemi virus corona.

AFP melaporkan pada Selasa (21/4/2020), hasil studi hidroksiklorokuin terbesar yang didanai pemerintah AS menunjukkan, tidak ada manfaatnya dalam mengobati penyakit itu dibandingkan perawatan standar.

Fakta lainnya adalah penggunaan hidroksiklorokuin dikaitkan dengan lebih banyak kematian.

Dr Bright mengatakan, dia akan meminta Inspektur Jenderal Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan untuk menyelidiki pemerintahan Trump mengenai politisasi ke BARDA, serta tekanan ke para ilmuwan untuk mendukung perusahaan-perusahaan dengan koneksi politik.

"Menyingkirkan saya di tengah pandemi ini dan menempatkan politik serta kronisme di atas sains, menambah risiko hidup dan menghambat upaya nasional untuk secara aman dan efektif mengatas krisis kesehatan masyarakat yang mendesak ini," kecam Dr Bright.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pakar Vaksin AS Didepak Usai Menentang Klorokuin Jadi Obat Covid-19", 
Penulis : Aditya Jaya Iswara
Editor : Aditya Jaya Iswara

Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved