Breaking News:

Belva Devara dan Andi Taufan Mundur, Direktur IPI: Itu Bisa Jadi Contoh buat Pejabat Publik

Sikap Belva Devara dan Andi Taufan yang memutuskan mundur sebagai staf khusus Presiden Jokowi bisa menjadi contoh bagi pejabat publik.

Twitter @GarudaPutra dan @AdamasBelva
KOLASE FOTO Andi Taufan Garuda Putra dan Adamas Belva Syah Devara. 

TRIBUNPALU.COM - Belum lama ini, ada dua orang staf khusus milenial presiden mengundurkan diri, yakni Adamas Belva Syah Devara dan Andi Taufan Garuda Putra.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo, sikap Belva Devara dan Andi Taufan yang memutuskan mundur sebagai staf khusus Presiden Jokowi bisa menjadi contoh bagi pejabat publik.

Menurut Karyono, para pejabat yang diduga memiliki konflik kepentingan bisa mengikuti langkah Belva Devara dan Andi Taufan.

"Keputusan mundur oleh kedua staf khusus presiden tersebut patut menjadi contoh bagi pejabat yang lain. Sikap berani mundur justru dimulai dari pejabat dari generasi milenial. Ini patut diapresiasi," kata Karyono saat dihubungi Tribunnews, Jumat (24/4/2020).

Update WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri per Sabtu, 25 April 2020: 142 Orang Dinyatakan Sembuh

Pembahasan Klaster Ketenagakerjaan RUU Cipta Kerja Ditunda, Tiga Partai Besar di Indonesia Setuju

Tak Tega Kampanye di Tengah Pandemi Covid-19, Achmad Purnomo Mundur dari Pencalonan Cawalkot Solo

Karyono juga menyebut, banyak pelajaran yang bisa dipetik dari sikap Belva Devara dan Andi Taufan.

Tentunya, pelajaran bagi generasi milenial agar tidak hanya memiliki keahlian dan prestasi gemilang tapi juga harus memiliki moral dan integritas tinggi yang jauh dari mental korupsi.

Selain sebagai pelajaran untuk generasi milenial, kasus Belva dan Andi Taufan juga harus menjadi pelajaran bagi setiap pejabat pemerintahan agar selalu menjaga integritas dan moralitas, tidak menyalahgunakan wewenang.

"Sikap positif dari Belva dan Andi yang berani mengambil sikap mundur dari jabatan juga patut menjadi contoh bagi setiap pejabat pemerintahan dan penyelenggara negara yang lain," jelasnya.

Diketahui, Andi Taufan Garuda Putra mengundurkan diri dari posisi staf khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pengumuman pengunduran diri Andi diumumkan dalam sebuah surat terbuka yang ditandatanganinya pada Jumat (24/4/2020).

Halaman
12
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved