Breaking News:

Ahli Epidemiologi Khawatirkan Penyebaran Covid-19 di Luar Jawa, Pemerintah Terfokus di Jabodetabek

Ahli Epidemiologi Khawatirkan Penyebaran Covid-19 di Luar Jawa, Pemerintah Terlalu Fokus di Jabodetabek

covid19.bnpb.go.id
update akumulasi jumlah kasus virus corona di Indonesia, Selasa (28/4/2020) 

TRIBUNPALU.COM - Ahli Epidemiologi asal Universitas Indonesia Syahrizal Syarif mengkhawatirkan penyebaran Covid-19 di luar Pulau Jawa.

Sebab menurut Syarif, saat ini pemerintah terlalu fokus menangani Covid-19 di Pulau Jawa terutama Jabodetabek.

Salah satu contohnya ialah penyebaran 479.500 unit PCR dari Cina dan Korea di Pulau Jawa.

"Reagen sudah datang 400.000 lebih, tapi itu pun masih disampaikan diprioritaskan untuk Pulau Jawa," kata Syahril saat dihubungi Kompas.com, Rabu (29/4/2020).

Untuk diketahui, pada Sabtu (25/4/2020) lalu, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, pemerintah telah mendatangkan 479.500 unit reagen untuk pemeriksaan virus corona.

Ia mengatakan, Gugus Tugas Covid-19 akan segera mengirimkan reagen tersebut ke 22 provinsi untuk digunakan di 51 laboratorium yang ada.

DKI Jakarta rencananya mendapatkan bagian sebanyak 52.000 reagen PCR. Kemudian Jawa Tengah mendapatkan 50.000, Jawa Timur 41.000, DI Yogyakarta 25.000, Jawa Barat 21.000, dan Banten 10.000 reagen PCR.

Selain persoalan PCR, sempat ditolaknya pengajuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa daerah juga menjadi faktor kurangnya kehati-hatian pemerintah saat pandemi Covid-19 ini.

Syahrizal berpendapat, setiap lokasi yang sudah menjadi zona merah Covid-19 seharusnya langsung wajib melaksanakan PSBB.

"Kalau enggak ini bisa lambat, katanya pengen selesai Juli. Saya khawatir di Jawa terkendali, kepulauan-kepulauan kita ini susah kalau angkanya tinggi," ucap Syahrizal.

Adapun, hingga kemarin, tercatat sudah ada 9.511 kasus Covid-19 di Tanah Air, sejak dua pasien perdana diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

Indonesia telah melakukan pemeriksaan terhadap 79.618 spesimen dari 62.544 orang yang diambil sampelnya.

Ini memperlihatkan bahwa satu pasien bisa diperiksa spesimennya lebih dari satu kali.

Data itu juga menunjukkan bahwa ada 53.033 orang yang hasilnya negatif virus corona.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ahli Epidemiologi Khawatirkan Penyebaran Covid-19 di Luar Pulau Jawa"

Editor: Imam Saputro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved