Breaking News:

Saran UAS Agar Masyarakat Tetap Terikat Emosional dengan Masjid Meski Harus di Rumah karena Pandemi

Menurut ustadz yang biasa dipanggil UAS ini, hadits itu sudah menggambarkan kondisi saat ini yaitu harus melakukan jarak sosial.

Editor: Imam Saputro
Youtube Ustadz Abdul Somad Officia
Ustadz Abdul Somad saat menyampaikan ceramah di hadapan jemaah. 

TRIBUNPALU.COM - Selain menjelaskan hukum salat di rumah, Ustadz Abdul Somad menjelaskan caranya membangun ikatan emosional warga meski tidak berjamaah di masjid di acara Indonesia Lawyers Club pada Selasa (28/4/2020).

Ustadz yang biasa dipanggil UAS ini merupakan ketua masjid di lingkungannya.

Pada kondisi pandemi Covid-19 ini, UAS membagi jamaahnya dalam beberapa level.

"Pertama yang hebat-hebat dia seperti harimau. Dia makan orang satu itu setahun dia tidak perlu cari makan lagi, kenyang setahun. Ini jamaah yang paling hebat," kata UAS.

"Yang kedua ular tawak, dia kalau makan kambing satu kali sebulan dia tidak perlu cari makan."

"Tapi ada yang jamaah kita ayam kampung, dia ceker pagi makan siang, cari siang makan sore," jelasnya.

Setelah itu, UAS mendata para jamaah sesuai dengan pembagiannya itu.

Bagi jamaah yang diandaikan sebagai harimau dan ular, dianggap jamaah yang mampu.

Dari sanalah kemudian pihak masjid membuka rekening untuk mengumpulkan bantuan kepada jamaah yang kesulitan.

"Maka ini yang kita data. Kita data berapa orang, jamaah yang mampu-mampu tadi kita buka rekening kita terima bantuan kita salurkan ke jamaah kita."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved