Corona Diprediksi Menurun pada Juli 2020, Pemerintah Diminta Perbaiki Sistem Penanganan Covid-19

Penanganan Covid-19, dikatakan Netty, harus menyeluruh dari pusat sampai ke daerah, dari kebijakan sampai ke implementasinya.

YouTube KompasTV
Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS, Netty Prasetiyani. 

TRIBUNPALU.COM - Wabah virus corona Covid-19 di Indonesia diprediksi turun pada bulan Juli 2020 mendatang.

Hal ini, bagi anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani, harus menjadi pemicu bagi pemerintah untuk terus melakukan perbaikan sistem penanganan Covid-19.

Penanganan tersebut, dikatakan Netty, harus menyeluruh dari pusat sampai ke daerah, dari kebijakan sampai ke implementasinya.

"Memenuhi kebutuhan alat, sarana, penunjang, dan perlindungan bagi para tenaga kesehatan di garda terdepan mengingat Covid-19 ini merupakan bencana yang berbasis kesehatan," kata Netty dalam pesan yang diterima Tribunnews, Jumat (1/5/2020).

Tak Punya Penghasilan karena Virus Corona, Janda 8 Anak di Kenya ini Memasak Batu

Yunarto Wijaya Minta Anies Perhatikan Banjir di tengah Pandemi Corona : Nggak Kebayang Bahayanya

Gemar Makan Telur Mentah, Al Ghazali: Karakternya Enak Kayak Makan Durian

Legislator PKS itu mencatat negara-negara yang berhasil menurunkan curva Covid-19 karena ada prioritas kebijakan pelayanan dan penanganan medis atau kesehatan.

"Mereka melakukan standarisasi kebijakan dalam menangani Covid-19 seperti testing, tracking (clustering) dan treatment. Testing dan tracking menjadi ujung tombak, baru setelah itu treatment," lanjutnya.

Dari sana, Netty lantas mempertanyakan sejauh mana optimalisasi yang dilakukan pemerintah dalam menangani Covid-19 ini.

Menurutnya, hal itu bisa dilihat dari kondisi di lapangan.

"Kita juga berharap prediksi penurunan Covid-19 pada bulan Juli ini harus dibarengi dengan kedisiplinan dalam menerapkan social and physical distancing di berbagai daerah," ujar Netty

"Tentu saja bagi warga yang terdampak, pemerintah wajib memberikan bantuan sosial dan pendampingan yang berkeadilan dan dapat dipertanggungjawabkan," pungkasnya.

Viral Suami Istri asal Rusia Mengamen di Lombok dan Bawa Bayi, Tidak Bisa Pulang karena Lockdown

Update WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri Jumat, 1 Mei 2020: Ada WNI yang Sembuh di AS dan Jerman

Viral Kasus Warga Petulu, Bali Utang Kemana-mana untuk Bayar Rapid Test, Satgas Covid-19 Buka Suara

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Doni Monardo mengatakan bahwa Presiden memerintahkan agar tes masif COVID-19 terus dilakukan hingga Mei mendatang.

Tes masif tersebut harus dibarengi tindakan lanjut salah satunya dengan pelacakan agresif terhadap mereka yang melakukan kontak dengan Pasien positif. 

"Serta kemudian isolasi yang ketat," kata Doni melalui konferensi pers jarak jauh,  Senin, (27/4/2020).

Presiden meminta kepada semua pihak untuk terus bekerja keras dalam menanggulangi Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved