Saat Trump Prediksi 60.000 Kematian akibat Corona, Pemerintah Federal Pesan 100.000 Kantong Jenazah

Presiden Donald Trump sendiri sempat memperkirakan jumlah kasus kematian akibat Covid-19 di Amerika Serikat 'hanya' mencapai 60.000.

MANDEL NGAN / AFP
Presiden AS Donald Trump berbicara selama pengarahan harian tentang virus corona baru, yang menyebabkan COVID-19, di Kebun Mawar Gedung Putih pada 14 April 2020, di Washington, DC. 

TRIBUNPALU.COM - Penyebaran wabah virus corona Covid-19 di seluruh dunia semakin meluas dan bertambah.

Mengutip data live update dari situs worldometers.info per Jumat (1/5/2020) pukul 13:27 GMT atau 20.27 WIB, total kasus Covid-19 di seluruh dunia mencapai 3.330.755.

Sementara angka kematian secara global tercatat sebesar 234.761 kasus, dan 1.053.227 pasien telah dinyatakan sembuh.

Saat ini, angka kasus Covid-19 terkonfirmasi terbesar dipegang oleh Amerika Serikat, hingga negara adidaya itu disebut sebagai episenter virus corona.

Dari data tersebut, Negeri Paman Sam mencatat total kasus Covid-19 terkonfirmasi sebanyak 1.097.032.

Jumlah kasus kematian akibat Covid-19 di negara ini sudah mencapai 63.905, dan 155.829 pasien baru dinyatakan sembuh.

Facebook dan Messenger Rilis 2 Emoji Baru, Lambang Dukungan kepada Sesama di Tengah Pandemi Covid-19

Imbas Mundurnya Olympic 2020, Badminton World Championships 2021 Digelar Akhir November di Spanyol

Donald Trump Klaim Telah Miliki Bukti Bahwa Covid-19 Berasal dari Laboratorium Wuhan

Donald Trump Sebut Suntikkan Disinfektan ke Tubuh Pasien Covid-19, Dokter: Itu Saran yang Konyol

Tangani Covid-19, Joko Widodo dan Donald Trump Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Alat Kesehatan

Presiden AS Donald Trump berbicara selama pengarahan harian tentang virus corona baru, yang menyebabkan COVID-19, di Kebun Mawar Gedung Putih pada 14 April 2020, di Washington, DC.
Presiden AS Donald Trump berbicara selama pengarahan harian tentang virus corona baru, yang menyebabkan COVID-19, di Kebun Mawar Gedung Putih pada 14 April 2020, di Washington, DC. (MANDEL NGAN / AFP)

Presiden Donald Trump sendiri sempat memperkirakan jumlah kasus kematian akibat Covid-19 di Amerika Serikat 'hanya' mencapai 60.000.

Namun, sepertinya Pemerintah Federal AS memiliki rencana yang berbeda.

Dikutip TribunPalu.com dari laman Business Insider, terlepas dari estimasi kasus kematian akibat Covid-19 versi Donald Trump, Pemerintah Federal AS dilaporkan telah memesan lebih dari 100.000 kantong jenazah pada bulan April 2020 lalu.

Tujuan pemesanan ini sebagai upaya menghadapi peningkatan angka kasus kematian akibat virus corona Covid-19 di AS.

Hal ini diungkapkan oleh dokumen administrasi internal dan catatan publik yang dilaporkan oleh NBC News pada Jumat (1/5/2020).

Sebelumnya, skenario yang dianggap paling ringan adalah jumlah kematian akibat Covid-19 di AS 'hanya' sampai angka 60.000 kasus.

Namun, sejak Rabu (29/4/2020) jumlah kasus kematian di AS sudah melampaui angka 60.000.

Sejak itulah, Donald Trump merevisi estimasi kasus kematian akibat Covid-19 di AS menjadi berkisar antara 60.000 hingga 70.000.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved