Breaking News:

Viral Kasus Warga Petulu, Bali Utang Kemana-mana untuk Bayar Rapid Test, Satgas Covid-19 Buka Suara

Ketika mereka menjalani rapid test, mereka malah harus membayar biaya penggunaan untuk satu alat dengan harga ratusan ribu

Twitter.com/WHO
Virus Corona / COVID-19 

TRIBUNPALU.COM - Sudah jatuh tertimpa tangga, hal itulah yang bia menggambarkan perasaaan dua orang warga Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali.

Bagaimana tidak? Setelah bertarung dengan ancaman Covid-19, kini mereka harus berhadapan dengan permasalahan baru.

Masalah baru itu muncul dalam bentuk biaya besar guna jalani rapid test.

Ketika mereka menjalani rapid test, mereka malah harus membayar biaya penggunaan untuk satu alat dengan harga ratusan ribu

Biaya pun kian membengkak setelah empat orang dari keluarga tersebut telah menjalani rapid test.

Alhasil biaya ratusan ribu tersebut pun juga harus dikalikan empat.

Karena ekonomi keluarga mereka yang pas-pasan di tengah pandemi,  Mereka terpaksa berutang (ngebon) dalam membayar alat rapid untuk dua dari empat orang tersebut.

2 Karyawan Sampoerna Positif Corona, Amankah Rokok yang Diporduksi? Ini Penjelasan Perusahaan

Ragukan Prediksi Covid-19 Berakhir Pada Juni 2020, Pakar Epidemiologi: Bisa Bergeser 1-2 Bulan

"Entah itu disebut test mandiri atau bagaimana, tapi saat test rapid mereka dijemput Satgas," ujar NA, yang merupakan kerabat pasien, Jumat (1/5/2020) seperti yang dikutip Tribunpalu.com dari Tribun Bali.

NA juga menuturkan kronologi mengapa keempat orang kerabatnya ini harus menjalani rapid test.

Kasus ini berawal dari pasien PMI, IPA dan pamannya INK yang sempat positif Covid-19.

Halaman
123
Penulis: Bobby W
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved