Virus Corona

Pemerintah Inggris Sudah Siapkan Skenario Bila PM Boris Johnson Meninggal karena Corona

Boris Johnson mengakui Inggris sudah punya rencana darurat jika dirinya meninggal karena Covid-19.

Instagram.com/borisjohnsonuk/
Potret PM Inggris Boris Johnson 

TRIBUNPALU.COM - Boris Johnson mengakui Inggris sudah punya rencana darurat jika dirinya meninggal karena Covid-19.

Johnson mengungkapkan, dokter yang merawatnya sudah siap mengumumkan kematiannya setelah ia dibawa ke unit perawatan intensif (ICU).

"Itu adalah masa yang sulit, saya tidak akan menyangkalnya," kata Johnson dalam wawancara yang diunggah The Sun pada Minggu (3/5/2020).

"Mereka punya strategi penanganan seperti skenario saat Stalin wafat."

"Saya tidak dalam kondisi yang baik dan saya menyadari ada rencana darurat. Para dokter memiliki segala macam peraturan untuk apa yang harus dilakukan jika ada yang tidak beres," lanjut pernyataan Johnson yang dikutip AFP.

Sembuh dari Covid-19, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson Dikaruniai Seorang Bayi Laki-Laki

Update WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri Minggu, 3 Mei 2020: Total Ada 671 Kasus Tekonfirmasi

Pria 55 tahun itu dinyatakan positif Covid-19 pada 27 Maret tetapi dia menyatakan hanya gejala ringan. Namun seminggu setelah karantina kondisinya tak kunjung membaik.

Dia dibawa ke rumah sakit sebagai tindakan pencegahan pada 5 April untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, lalu dalam waktu 24 jam dipindahkan ke ICU.

Politisi Partai Konservatif itu menjalani perawatan intensif selama 3 hari dan menerima bantuan oksigen.

Setelah keluar rumah sakit pada 12 April, ia mengakui pertarungannya melawan virus corona "bisa berjalan sebaliknya".

Kepada The Sun Johnson mengaku berpikir, "Bagaimana bisa melalui ini?" Dia sama sekali tidak berpikir dirinya akan mati.

Halaman
12
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved