Breaking News:

Virus Corona

Negara Berkembang Diprediksi Sulit Dapatkan Vaksin Covid-19, Indonesia Disarankan Perkuat Diplomasi

Penggagas Kongres Diaspora Indonesia Dino Patti Djalal mengatakan, negara-negara berkembang diprediksi kesulitan mendapatkan vaksin untuk Covid-19.

bgr.com
ILUSTRASI vaksin. 

TRIBUNPALU.COM - Pandemi virus corona atau Covid-19 hingga saat ini masih mewabah hampir di seluruh penjuru dunia.

Oleh karena itu, hampir seluruh negara di dunia saat ini tengah membutuhkan vaksin Covid-19, terutama Indonesia.

Penggagas Kongres Diaspora Indonesia Dino Patti Djalal mengatakan, negara-negara berkembang diprediksi kesulitan mendapatkan vaksin untuk Covid-19.

Hal ini merujuk kepada produksi vaksin Covid-19 yang masih dalam proses.

Sementara itu, seluruh negara membutuhkan vaksin tersebut.

Setelah Sebulan Bebas Kasus, China Kembali Laporkan Adanya Kenaikan Kasus Baru Covid-19 di Wuhan

Untuk Tangani Covid-19, Joko Widodo Minta 104 Laboratorium di Indonesia Dioptimalkan

Update Covid-19 Global Senin, 11 Mei 2020 Siang: Ada 79.528 Kasus Kematian di Amerika Serikat

"Yang kita khawatir adalah vaksin itu baru satu tahun mungkin nanti baru bisa difinalkan, lalu diproduksi dan didistribusikan. Semua negara akan rebutan," kata Dino dalam konferensi pers secara daring dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Senin (11/5/2020).

"Dan mungkin yang akan terkena dampak yang paling sulit mendapatkan adalah negara-negara berkembang," ujar Dino Patti Djalal.

Dia melanjutkan, yang perlu dipastikan adalah saat vaksin Covid-19 selesai diproduksi, seperti apa kondisi Indonesia nantinya.

Sebab, menurut Dino, kondisi ekonomi akan mengalami pelambatan dan bahkan bisa memasuki situasi kritis.

Untuk menghindari kesulitan mendapatkan vaksin tersebut, Dino menyarankan pemerintah mulai menguatkan diplomasi vaksin.

Halaman
12
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved