Breaking News:

Desa Dilanda Krisis Air, Kades di NTT Harus Utang Air untuk Cuci Tangan Cegah Penularan Covid-19

Kades Rubit, Polikarpus Heret alias PHK harus berjuang keras menyiapkan air sebagai fasilitas cuci tangan di tiga Posko Covid 19 di desanya.

Dok. Warga Rajumas via Kompas.com
ILUSTRASI warga yang sedang cuci tangan. 

TRIBUNPALU.COM -- Pemerintah baik di tingkat kabupaten maupun desa di wilayah Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah melakukan langkah pencegahan dan antisipasi penularan wabah virus corona Covid-19.

Seperti upaya yang dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka.

Kades Rubit, Polikarpus Heret alias PHK harus berjuang keras menyiapkan air sebagai fasilitas cuci tangan di tiga Posko Covid 19 di desanya.

Diketahui, Desa Rubit sendiri sudah mengalami krisis air bersih selama bertahun-tahun, hal yang semakin memberatkan di tengah masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Foto Kades Rubit, Polikarpus Heret. Area lampiran Aris Ninu Lampiran 09.41 (6 menit yang lalu) kepada poskpg, pkonline Area lampiran Aris Ninu Lampiran 09.42 (6 menit yang lalu) kepada poskpg, pkonline (PK/RIS)
Foto Kades Rubit, Polikarpus Heret. Area lampiran Aris Ninu Lampiran 09.41 (6 menit yang lalu) kepada poskpg, pkonline Area lampiran Aris Ninu Lampiran 09.42 (6 menit yang lalu) kepada poskpg, pkonline (PK/RIS) (istimewa)

Dipertanyakan Fadli Zon, Kini Beredar Foto Karangan Bunga Duka Cita dari Jokowi untuk Djoko Santoso

MUI Keluarkan Fatwa Boleh Salat Idulfitri di Luar Rumah bagi Kawasan Terkendali dari Covid-19

Panduan Membayar Zakat Fitrah, Jumlah dan Niat Zakat untuk Diri Sendiri, Istri, Anak hingga Keluarga

SIM Habis Masa Berlakunya di Tengah Pandemi, Polisi Beri Kelonggaran Hingga Satu Bulan

Warga sampai saat ini masih membeli air untuk kebutuhan sehari-hari dengan harga satu tangki berkisar Rp400 ribu.

 

"Di desa ada tiga Posko Covid 19. Setiap bulan harus isi air tangki. Saya harus utang air kalau mau isi air di posko. Kalau uang sudah cair baru kami bayar," jelas Polikarpus Heret.

Ia pun melanjutkan, "Kami di Rubit memang krisis air lalu kami harus beli air agar di posko warga yang keluar masuk harus cuci tangan."

Ia juga menyebut, sudah menjalin kerjasama dengan pemilik tangki soal pembayaran air.

"Masa ada posko tapi air cuci tangan tidak ada. Saya sudah bangun kerjasama dengan pemilik tangki bayar sesudah uang cair. Uang pembelian air sudah kami siapkan menggunakan dana desa dalam rangka penanganan corona. Jadi tidak ada masalah," ujar PKH kepada POS-KUPANG.COM di Maumere, Kamis (14/5/2020) pagi.

Ia menjelaskan, penanganan corona di desa telah dilakukan dengan melibatkan warga yang menjaga posko 24 jam dan ada anggarannya bagi penjaga posko.

"Di posko ada warga yang kita atur jaga selama 24 jam secara bergantian," paparnya.

Ia berharap semua warga bisa tetap berada di dalam rumah, jangan panik, cuci tangan, pakai masker dan jangan berkerumun dalam rangka mengatasi wabah virus corona Covid-19. (*)

POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

Artikel ini telah tayang di pos-kupang.com dengan judul Gara-Gara Covid 19, Kades di NTT Ini Utang Air Tangki

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved