Beda Sikap dengan Gubernur NTB, Wali Kota Bima Bolehkan Warga Gelar Salat Idul Fitri di Masjid

“Gubernur yang larang, kita yang jalankan. Ini ketegasan saya,” kata Wali Kota Bima Lutfi

KOMPAS.COM/SYARIFUDIN
Wali Kota Bima, Lutfi SE 

TRIBUNPALU.COM - Gubernur NTB Zulkieflimanysah telah mencabut Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang diperbolehkannya shalat Idul Fitri di daerah-daerah yang dinyatakan bebas corona.

Dengan pencabutan itu, Gubernur resmi melarang shalat Idul Fitri berjemaah di masjid dan tanah lapang.

Larangan itu bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus corona di Nusa Tenggara Barat.

Namun, larangan tegas ini rupanya tidak berlaku di Kota Bima

Wali Kota setempat memilih tak melarang dan memperboleh warganya melaksanakan shalat Idul Fitri secara berjamaah.

Tidak hanya shalat Id, masyarakat juga diizinkan shalat tarawih, fardhu dan shalat jumat di masjid secara berjemaah.

Kebijakan Wali Kota yang mengizinkan masjid menggelar shalat Idul Fitri ini di tengah Gubernur menyerukan masyarakat untuk tetap beribadah di rumah saat wabah corona.

Ditegur karena Tak Pakai Masker, Pria di India Ini Gunakan Uang Rp 10 Rupee untuk Menutupi Mulutnya

Sejarah Ketupat yang jadi Sajian Wajib Lebaran di Indonesia, Sudah Ada Sejak Abad ke-15

Pandemi Covid-19, Ketua IDI Sebut Membangkitkan Kesadaran Masyarakat adalah Hal yang Paling Penting

“Gubernur yang larang, kita yang jalankan. Ini ketegasan saya,” kata Wali Kota Bima Lutfi, usai menyerahkan paket sembako untuk warga yang terdampak Covid-19 di Pemkot, Rabu (20/05/2020).

Namun, keputusan Lutfi yang mengizinkan warganya untuk melaksanakan shalat Id secara berjemaah tetap mematuhi protokol kesehatan.

Keputusan ini diambil Wali Kota Bima setelah melakukan rapat evaluasi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Kelurahan (PSBK).

Halaman
123
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved