Breaking News:

Virus Corona

Laboratorium di China Kembangkan Obat Virus Corona, Klaim Lebih Cepat dan Efisien dari Vaksin

Sebuah laboratorium di China sedang mengembangkan obat yang diyakini cukup kuat untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Editor: Lita Andari Susanti
pixabay
ILUSTRASI obat-obatan. Sebuah laboratorium di China sedang mengembangkan obat yang diyakini cukup kuat untuk menghentikan penyebaran virus corona. 

"Harapannya antibodi yang dinetralkan ini bisa menjadi obat khusus yang akan menghentikan pandemi," ungkapnya.

China sudah memiliki 5 calon vaksin Covid-19 yang sedang diuji coba ke manusia, kata seorang pejabat kesehatan pekan lalu.

Namun Badan Kesehatan Dunia telah memperingatkan bahwa pengembangan vaksin bisa memakan waktu 12-18 bulan.

Ditegur karena Tak Pakai Masker, Pria di India Ini Gunakan Uang Rp 10 Rupee untuk Menutupi Mulutnya

Alami Krisis karena Virus Corona, Maskapai Lion Air Potong Gaji Karyawan hingga Tunda THR

Pencegahan dan penyembuhan

Menggunakan antibodi dalam perawatan obat bukan hal baru, dan telah berhasil dilakukan untuk mengobati beberapa virus lain seperti HIV, Ebola, dan MERS.

Xie mengklaim para penelitinya telah memulai observasi sejak awal ketika wabah virus corona masih di China dan belum menyebar ke negara lain.

Obat Ebola Remdesivir juga telah dipertimbangkan sebagai obat untuk Covid-19.

Uji klinis di Amerika Serikat (AS) menunjukkan obat itu memperpendek waktu pemulihan pada sepertiga pasien, tetapi tidak ada perbedaan signifikan dalam tingkat kematian.

Studi menunjukkan bahwa jika antibodi penetralisir disuntikkan sebelum tikus terinfeksi virus, tikus tersebut tetap bebas dari infeksi dan tidak ada virus yang terdeteksi.

Ini dapat menawarkan perlindungan sementara bagi pekerja medis selama beberapa minggu, dan Xie berharap dapat "memperpanjangnya hingga beberapa bulan."

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved