#IndonesiaTerserah Viral di Media Sosial, Dekan FK UI: Wajar Bila Tenaga Kesehatan Merasa Frustrasi

Bentuk kekecewaan dari para tenaga kesehatan atas banyaknya perilaku masyarakat yang tidak mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap tinggal di rumah.

Instagram/dr.tirta
"Indonesia Terserah" 

TRIBUNPALU.COM - Di tengah pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sebagian masyarakat Indonesia malah justru melakukan pelanggaran dengan berbondong-bondong ke pasar, mal, berkumpul-kumpul, dan memadati bandara, atau bahkan melakukan mudik.

Hingga selama beberapa waktu terakhir, tagar #IndonesiaTerserah menjadi viral di berbagai media sosial di Indonesia.

Tagar itu dinilai sebagai bentuk kekecewaan dari para tenaga kesehatan atas banyaknya perilaku masyarakat yang tidak mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap tinggal di rumah.

Protokol Masyarakat Hidup Aman dengan Covid-19 Dirumuskan, Daya Tular Virus Corona Harus Diturunkan

Pakar Epidemiologi Jelaskan soal New Normal, Siapkah Indonesia Hadapi Tatanan Kehidupan Baru Ini?

Saat Kurva Negara Tetangga Melandai, Kasus Covid-19 Indonesia Terus Meningkat: Ada 973 Kasus Harian

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB menyebutkan wajar bila para tenaga kesehatan geram dan sampai mengeluarkan tagar tersebut.

Sebab, tenaga kesehatan-lah yang menghadapi pasien secara langsung.

"Wajar kalau petugas kesehatan frustrasi dengan #IndonesiaTerserah, karena mereka yang bertemu langsung dengan pasien-pasien tersebut, mereka yang berisiko tinggi tertular dari pasien tersebut," ungkap dr. Ari melalui video yang dibagikan kepada Tribunnews.com, Kamis (21/5/2020).

Kemudian di masa seperti ini, saat setiap hari pasien terus berdatangan dalam jumlah banyak maka beban pekerjaan para tenaga kesehatan semakin meningkat dan membuat tenaga kesehatan jadi stres.

Kalau tertular karena terus menghadapi pasien tentunya para tenaga kesehatan juga bisa berisiko terhadap kematian yang bisa menyebabkan tenaga kesehatan berkurang.

Saat Kurva Negara Tetangga Melandai, Kasus Covid-19 Indonesia Terus Meningkat: Ada 973 Kasus Harian

Turut Berduka atas Wafatnya Perawat Berstatus PDP Covid-19, AHY Ingatkan Sikap Jujur dan Terbuka

"Fatalnya petugas kesehatan bisa mengalami kematian akibat tertular dari pasien-pasiennya terus terang ketika jumlah pasien meningkat, beban pekerjaan semakin meningkat, stres makin meningkat keterbatasan tenaga juga menjadi perhatian," kata dr. Ari.

Melihat keluarnya tagar #IndonesiaTerserah maka perlu kerjasama dari pemerintah untuk memperketat penyelenggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan masyarakat tetap berada di rumah untuk mengantisipasi penularan.

"Kami petugas kesehatan selalau berdoa bisa menangani kasus sebaik-baiknya bisa mencegah pasien tidak fatal tidak mencapai kematian, ini kerjasama semua pihak sangat kami butuhkan," ungkap dr. Ari.

Sementara itu hari ini Kamis (21/5/2020) pemerintah melaporkan rekor baru jumlah penambahan pasien positif tertinggi di Indonesia yakni sebanyak 973 orang.

Angka itu adalah level tertinggi sejak pasien pertama diumumkan di tanah air dan total kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia naik menjadi 20.162 orang.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Viral Tagar #IndonesiaTerserah, Dekan FKUI: Wajar Kalau Petugas Kesehatan Frustasi
Penulis: Apfia Tioconny Billy

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved