Breaking News:

Virus Corona

WHO Kembali Temukan Gejala Baru Covid-19: Kesulitan Bicara dan Bergerak, hingga Halusinasi

WHO memperingatkan kepada seluruh masyrakat dunia terkait penemuan gejala baru virus corona.

Editor: Lita Andari Susanti
Geosiar
Ilustrasi 

Dalam laporan tengah tahun berjudul "Situasi dan Prospek Ekonomi Dunia", PBB memperkirakan bahwa ekonomi global akan menyusut sebesar 3,2% pada tahun 2020, serta hanya membuat sedikit rebound tahun depan.

Perdagangan dunia diperkirakan akan turun 15%.

Total kerugian $ 8,5 triliun pada 2020-2021, yang berarti hampir semua keuntungan dalam empat tahun terakhir akan terhapus.

"Krisis kembar (kesehatan dan ekonomi) membuat kebijakan trade-off yang sangat sulit," kata Harris.

Dia menekankan bahwa pemerintah perlu menahan penyebaran pandemi sambil meminimalkan dampak ekonominya.

“Keseimbangan antara menyelamatkan nyawa dan menyelamatkan pekerjaan adalah sesulit yang diperlukan untuk bertindak,” tambahnya.

(ILUSTRASI Pandemi Covid-19 bisa picu kelaparan) Antrian orang-orang yang membutuhkan dengan piring di tangan di luar rumah Samantha Murozoki di Chitungwizaon pada 5 Mei 2020, di mana dia memberi makan orang kurang mampu makanan gratis selama pemerintah memberlakukan periode penguncian COVID-19 coronavirus di Zimbabwe. Dengan bantuan sukarelawan, Samantha Murozoki menyajikan lebih dari 100 makanan hangat per hari dari rumahnya kepada keluarga kurang mampu yang pendapatan rumah tangganya telah terputus oleh penutupan semua pasar informal selama penutupan.
(ILUSTRASI Pandemi Covid-19 bisa picu kelaparan) Antrian orang-orang yang membutuhkan dengan piring di tangan di luar rumah Samantha Murozoki di Chitungwizaon pada 5 Mei 2020, di mana dia memberi makan orang kurang mampu makanan gratis selama pemerintah memberlakukan periode penguncian COVID-19 coronavirus di Zimbabwe. Dengan bantuan sukarelawan, Samantha Murozoki menyajikan lebih dari 100 makanan hangat per hari dari rumahnya kepada keluarga kurang mampu yang pendapatan rumah tangganya telah terputus oleh penutupan semua pasar informal selama penutupan. (Jekesai NJIKIZANA / AFP)

Sebelumnya, World Food Programme (WFP) PBB memperingatkan dunia akna terjadinya 'mega-kelaparan' jika tidak ada dana yang cukup untuk memerangi dampak pandemi virus corona di negara-negara miskin.

"Apa yang kita hadapi sekarang adalah pandemi ganda," kata direktur eksekutif WFP David Beasley saat konferensi di Jenewa pada hari Kamis (7/5/2020), diberitakan Aljazeera.

Beasley mengatakan badan pangan PBB membantu hampir 100 juta orang pada hari tertentu.

Menurutnya program seperti itu penting untuk dilakukan secara terus menerus.

Halaman
1234
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved