Kemenparekraf Tetap Genjot Promosi Pariwisata Indonesia ke Asia Timur di Tengah Pandemi Corona

market dari pasar short haul, termasuk ketiga negara tersebut diproyeksi mengalami pemulihan pascapandemi yang lebih cepat

Tribun Bali
Suasana hari raya di Bali. 

TRIBUNPALU.COM - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus berupaya menjaga eksistensi pariwisata Indonesia di tiga negara pasar kawasan Asia Timur yaitu Jepang, Korea Selatan dan Chinese Taipei.

Salah satunya dengan melakukan webinar series bersama lebih dari 100 pelaku industri pariwisata dari masing-masing originasi.

"Upaya ini penting untuk menjaga kepercayaan terhadap citra pariwisata Indonesia dengan menyampaikan kebijakan terkini dan product update pariwisata Indonesia," kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya dalam keterangan pers yang diterima kontan.co.id, Jumat (22/5).

Rangkaian Webinar series mengambil tema berbeda.

Webinar untuk pasar Korea mengusung tema "Ultimate Experience Beyond Bali: Sumba Island", dilanjutkan dengan pasar Jepang dengan tema "Indonesia Tourism’s Approach to the New Normal: Challenges and Opportunities" serta disusul pasar Chinese Taipei bertemakan "Indonesia Tourim’s Approach to The New Normal for Taiwan Market".

Dua Tenaga Medis Covid-19 Ditembak di Distrik Wandai, Papua, 1 Orang Tewas, Polisi Kejar Pelaku

Jadwal Belajar dari Rumah TVRI, Minggu 24 Mei, Cerita Indonesia Soal Dibalik Pesan Sang Teladan

Ketiga tema webinar series tersebut dipilih sebagai langkah awal untuk tetap dapat memberikan inspirasi kepada calon wisatawan sehingga ketika destinasinya siap dan pasar sudah memperbolehkan warganya melakukan perjalanan ke luar negeri, destinasi Indonesia sudah ada di benak calon wisatawan.

Sementara kebijakan yang disampaikan dalam rangkaian webinar tersebut diantaranya mengenai gerakan Indonesia Bersih, Sehat, dan Aman (Cleanliness, Health and Safety) yang menjadi program Kemenparekraf dalam upaya mempercepat pemulihan pariwisata Indonesia.

Lebih lanjut Nia menjelaskan, market dari pasar short haul, termasuk ketiga negara tersebut  diproyeksi mengalami pemulihan pascapandemi yang lebih cepat dibanding fokus pasar (negara) lainnya.

Dari catatan yang dihimpun dari berbagai sumber, hasil statistik yang didapatkan di masing-masing pasar per 18 Mei 2020, Chinese Taipei melalui situs resminya di http://www.cdc.gov.tw menyebutkan perkembangan penyebaran pandemi COVID-19 sudah mencapai 0 kasus, tidak ada kasus baru yang muncul.

Sedangkan Korea Selatan melalui situs resminya: http://www.ncov.mohw.go.kr, menyebutkan kasus positif di negaranya sejumlah 15 orang dengan penambahan jumlah kematian 1 orang. Untuk pasar Jepang melalui situs resminya http://www.covid19japan.com, menyebutkan kasus positif COVID-19 sebanyak 23 orang.

Artikel ini sudah ditayangkan di Kontan dengan judul Meski ada pandemi, Kemenparekraf masih promosi pariwisata Indonesia ke Asia Timur

Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved