Breaking News:

Belum Tahu Kapan Pandemi Corona Berhenti, China Resmi Hapus Target Pertumbuhan Ekonomi

"Jika epidemi tidak terjadi, dalam keadaan umum, target pertumbuhan PDB akan ditetapkan sekitar 6%," kata Xi Jinping

Mark Schiefelbein/AP Photo
Presiden Tiongkok, Xi Jinping. 

TRIBUNPALU.COM - Presiden China Xi Jinping mengatakan China menetapkan target pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 6% di tahun ini seandainya epidemi virus corona tidak terjadi.

Pemerintah Cina pada Jumat (23/5) menghilangkan target pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) untuk tahun 2020 dalam laporan kerja tahunan yang diumumkan pada awal pertemuan tahunan parlemen.

Ini dilakukan mengingat ketidakpastian akibat epidemi corona.

"Jika epidemi tidak terjadi, dalam keadaan umum, target pertumbuhan PDB akan ditetapkan sekitar 6%," kata Xi pada diskusi kelompok parlemen pada Jumat (23/5/2020), menurut laporan media pemerintah China yang dikutip Reuters.

"Jika kita secara kaku menetapkan satu (target PDB), maka fokusnya adalah pada stimulus yang kuat dan untuk mencapai tingkat pertumbuhan, yang tidak sejalan dengan tujuan pembangunan ekonomi dan sosial kita," kata Xi.

Sebaran Corona di Indonesia, 24 Mei 2020: Kenaikan Tertinggi di Jakarta, 8 Wilayah Nihil Kasus Baru

Pemuda di Bandar Lampung Demam dan Sesak Nafas, Hampir Pingsan saat Belanja Baju Lebaran di Mal

China enggan membanjiri ekonominya dengan pemberian kredit yang mudah dalam beberapa tahun terakhir karena perlambatan terus terjadi, bahkan sebelum wabah corona.

China juga ogah menggelontorkan kredit lantaran waspada terhadap risiko utang yang disebabkan oleh stimulus besar-besaran.

Dalam laporannya, pemerintah China mengumumkan serangkaian tindakan fiskal untuk meningkatkan ekonominya.

Beberapa ekonom mengharapkan skala stimulus yang lebih besar.

Pemuda di Bandar Lampung Demam dan Sesak Nafas, Hampir Pingsan saat Belanja Baju Lebaran di Mal

Perbedaan pendapat ada dalam lingkaran kebijakan China antara mereka yang menyerukan pendekatan terukur dalam mendukung ekonomi dengan mereka yang mendesak langkah-langkah yang lebih agresif yang mungkin menimbulkan risiko keuangan.

"Komentar Presiden Xi kemungkinan akan berdampak pada perilaku para pejabat," tulis analis Goldman Sachs dalam sebuah catatan.

Dalam laporan kerjanya, pemerintah China akan membuat kebijakan fiskal lebih proaktif dan lebih fleksibel dengan kebijakan moneter, sambil memperhatikan pekerjaan dan meningkatkan konsumsi.

"Setelah wabah, beberapa hal tidak diserahkan kepada kita," kata Xi.

“Resesi global adalah kesimpulan terdahulu. Mengenai seberapa besar dan seberapa dalam kita akan terpengaruh, masih ada banyak ketidakpastian,” imbuh Xi.

Artikel ini sudah ditayangkan di Kontan dengan judul Wabah corona timbulkan ketidakpastian, China hilangkan target pertumbuhan ekonomi

Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved